3 Tahun Jokowi-JK, Berapa Kapal yang Ditenggelamkan Menteri Susi?

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 18 Oktober 2017 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 18 320 1797813 3-tahun-jokowi-jk-berapa-kapal-yang-ditenggelamkan-menteri-susi-WTgaJtraCi.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ada 317 kapal ilegal fishing yang berhasil ditenggelamkan. Hal ini menjadi capaian terbaik kinerja menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi dalam 3 tahun masa kepemimpinannya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penyelamatan sumber daya perikanan terhadap Illegal Unreported Unregulated (IUU) Fishing terus dilakukan. Meski persoalan ini dilematis, pemerintah kapan pun akan menindak tegas illegal fishing ini.

"317 kapal sudah ditenggelamkan. Ini terbukti banyak kapal yang melakukan modus," ujarnya, di Kantor Staf Presiden, Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Baca Juga: Tingkat Kepuasan Masyarakat Baru 60%, Angka Kemiskinan Disarankan Jadi Fokus

Selain memberantas illegal fishing, penyelamatan sumber daya yang telah dilakukan yakni dengan menggagalkan pengiriman kepiting dan lobster. Menurut dia, jika ini tidak digagalkan maka negara kehilangan hampir setengah triliun (Rp500 miliar).

"Walaupun kebocoran masih ada, kita catat yang lolos ke Vietnam saja 60 juta ekor bibit lobster. Kalau itu dinilai satu hari mati 30 juta ton, hidup 30 juta ton ukuran 300 gram, itu saja nilainya mengerikan. Akan tetapi sekarang ternyata pengepul biasa berhenti bermain, aparat yang ikut bermain karena keuntungan besar," imbuh dia.

Sementara itu, untuk capaian 3 tahun kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, PDB sektor perikanan selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sekarang perekonomian nasional tumbuh 5%, KKP dari sektor perikanan tumbuh pada 2015 sebesar 8,35%, 2016 7,03% dan 2017 sebesar 7,08%.

Baca juga: Menteri Susi: 6.853 Alat Tangkap Pengganti Cantrang Sudah Dibagikan

"Dari capaian ini seperti Sulawesi Selatan itu triger pertumbuhan ekonominya  tinggi dari bidang perikanan. Dulu pendapatannya Rp4 triliun sekarang Rp15 triliun. Nelayan hebat-hebat ke mana-mana ke Ambon, Maluku, ke Papua tangkap ikan sehingga luar biasa," ujarnya.

Susi melanjutkan, produksi ikan meningkat dari 20,84 juta ton menjadi jadi 23,51 juta ton. Jika dihitung nilai dari kenaikan 2 juta ton itu, dengan harga ikan termurah Rp13.000-Rp14.000, maka 1 juta ton itu USD1 miliar, kalau 2 juta ton itu USD2 miliar.

"Konsumsi ikan meningkat 38,14 ke 43,14 kg itu naik 5 kg. Kalau 250 juta 1,2 juta ton. Yang kita makan dari ikan budi daya dan tangkap itu USD1,2 miliar itu padahal ada cumi-cumi, udang yang nilainya lebih tinggi," tuturnya.

Baca juga: 3 Tahun Presiden Jokowi, Proyek Wisata Mangkrak 30 Tahun Berhasil Dijalankan

Penerimaan PNBP juga naik dari Rp77 miliar menjadi Rp386 miliar pada 2016, sampai di pertengahan 2017 mencapai  Rp357 miliar. Dari capaian itu, kata Susi, KKP hanya  pungut dari kapal 30 GT ke atas. Sementara 10-30  GT itu dipungut di provinsi

"Dulu ukuran kapal 10-30 GT di pusat, sekarang tidak lagi sudah 5 tahun. Kalau PBNP itu dihitung pasti lebih dari Rp5-Rp10 triliun. Yang kita urus 30 GT ke tas, persoalan masih ada kurang lebih 2.000 kapal markdown belum ukur ulang kapalnya," tandasnya. (kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini