nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menperin ke Bos Mitsubishi: Tambah Investasi Garmen hingga Petrokimia

ant, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 17:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 19 320 1798658 menperin-ke-bos-mitsubishi-tambah-investasi-garmen-hingga-petrokimia-EC0OUJoxm7.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para pelaku industri lokal.

Perusahaan raksasa Jepang tersebut memiliki potensi besar untuk memacu pengembangan daya saing dan produktivitas di berbagai sektor manufaktur dalam negeri.

“Sejumlah anak perusahaan dan afiliasi Mitsubishi Corporation mampu terlibat dalam berbagai kegiatan usaha skala global. Ini menjadi peluang besar kita ke depannya,” kata Airlangga lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Airlangga menyampaikan hal itu seusai bertemu dengan Senior Executive Vice President Mitsubishi Corporation/Regional CEO Asia & Oceania, Eiichi Tanabe di Tokyo.

Airlangga telah meminta kelompok usaha Mitsubishi untuk lebih banyak menanamkan modalnya di sektor garmen. Hal ini guna mendukung upaya Indonesia melakukan revitalisasi industri tekstil, dengan meningkatkan kapasitas produksi serat rayon.

“Rayon sebagai basis material baru. Apalagi, Indonesia akan memproduksi rayon dalam jumlah besar yang berbasis forest pulp,” ujarnya.

Bahkan, setelah membentuk joint venture dengan Uniqlo selaku perusahaan pakaian Jepang, Mitsubishi diyakini dapat menjadi mitra yang kuat untuk memperluas pasar ekspor bagi produk tekstil Indonesia.

Baca juga: Kemenperin Bidik IKM Jepang, Mulai dari Automotif hingga Elektronik

Saat ini, Uniqlo memiliki lebih dari 12 gerai di Jakarta dan kota lainnya. “Selain itu, Indonesia sudah punya satu fasilitas produksi yang memasok ke Uniqlo sehingga ini bisa terintegrasi,” tutur Airlangga.

Airlangga mengungkapkan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan sektor yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. 

Capaian ini terlihat dari penerimaan devisa negara melalui ekspor TPT sebesar USD11,78 miliar atau 8,2% dari total ekspor nasional, sehingga surplus USD4,31 miliar pada 2016.

Selanjutnya, industri TPT berkontribusi sekitar 1,16% terhadap PDB nasional dan mencatatkan nilai investasi mencapai Rp7,54 triliun pada tahun 2016.

Di samping itu mampu menjadi jaring pengaman sosial karena menyerap tenaga kerja langsung yang cukup banyak sebesar 2,69 juta orang atau 17,3% dari total pekerja industri manufaktur di Tanah Air.

Baca juga: Catat! Industri Padat Karya Bakal Raih Insentif

Selain di sektor garmen, Menteri Airlangga mendorong pula Mitsubishi gencar berinvestasi di sektor petrokimia. 

Langkah agresif ini seperti yang dilakukan anak perusahaannya di Indonesia, Asahi Glass melalui PT Asahimas Flat Glass Tbk dalam memperluas pabriknya yang memproduksi soda kostik dan kaca. 

Apalagi, Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan penanaman modal di industri petrokimia guna mendukung ketersediaan bahan baku bagi sektor manufaktur lainnya di dalam negeri.

Oleh karena itu, Kemenperin telah mengusulkan agar industri petrokimia termasuk produsen kaca bisa mendapatkan harga gas yang kompetitif.

"Industri kaca merupakan sektor yang potensial, karena sudah mampu ekspor," tegas Airlangga. Dengan adanya kelancaran produksi, efek ganda yang dibawa industri akan berjalan baik seperti peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa.

“Sebagai produsen eskalator dan elevator, Mitsubishi juga telah kami dorong untuk memproduksi motor mesinnya di Indonesia,” imbuhnya. 

Baca Juga: Menperin: Industri Digital Bukan Suatu Kecemasan

Airlangga pun berharap, dari pertemuan ini, terjalin kerja sama lanjutan untuk memperkuat dan memperdalam struktur industri di Indonesia sehingga bisa masuk dalam rantai pasok global. Sementara itu, Tanabe menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang penting dan strategis untuk menjadi tujuan investasi Mitsubishi Corporation ke depannya. 

“Kami melihat, ekonomi Indonesia saat ini sangat baik, karena upaya pemerintah dan kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo,” ungkapnya. Tanabe juga menyampaikan, pihaknya ingin ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan kelas menengah di Indonesia.

“Kami berminat pula memperluas bisnis di bidang infrastruktur dan otomotif, serta bisnis konsumsi seperti makanan. Apalagi, kami sudah punya mitra usaha dengan Lawson dan Uniqlo, yang gerainya sudah cukup banyak di Indonesia,” tuturnya.

Mitsubishi Corporation selama ini memproduksi dan memasarkan berbagai macam produk industri, di antaranya logam, mesin, bahan kimia, kendaraan, alat-alat berat, pembangkit listrik dan barang konsumsi lainnya melalui jaringan pasar domestik dan luar negeri.

Perusahaan ini juga terlibat dalam beragam bisnis dengan berinvestasi di sektor keuangan serta menciptakan model usaha baru di bidang energi dan teknologi baru. Hingga Juni 2017, jumlah anak usaha Mitusbishi sebanyak 835 perusahaan dan afiliasi yang terlibat mencapai 432 perusahaan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini