Harapan di 2 Tahun Sisa Jabatan Presiden Jokowi, Serikat Pekerja Ingin Upah Naik

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 320 1798675 harapan-di-2-tahun-sisa-jabatan-presiden-jokowi-serikat-pekerja-ingin-upah-naik-dbMIBw658S.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sudah 3 tahun berlalu. Dalam masanya tersebut, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Jokowi-JK mencapai 60%.

Presiden Konfederasi Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada beberapa masukan yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Wapres JK. Salah satunya, adalah menaikan upah buruh.

Menurut Said, saat ini upah buruh di Indonesia tergolong murah. Bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga Vietnam.

"Satu upah murah. Rezim Soeharto tidak pernah mengendalikan pemerintah. Upah kita bahkan tertinggal dari Vietnam," ujarnya saat ditemui di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) , Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Menurut Said, hal ini harus diperbaiki karena akan mempengaruhi daya beli. Dengan upah murah, maka daya beli masyarakat khususnya menengah ke bawah akan turun.

"Ini (upah murah) pengaruh sama Penurunan daya beli. Daya beli menurun konsumsi rumah tangga juga akan menurun dibawah rata rata," jelasnya.

Selain itu lanjut Said, Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan kesejahteraan para buruh. Dengan cara memperhatikan jaminan sosial dan juga pensiun

"Jaminan itu penting. Pemerintah harus memperhatikan jaminan pensiun dan kesehatan. Masa 15 tahun pensiun dapat Rp300.000 per bulan," jelas Said

"Pemerintah juga harus menjamin keamanan buruh. Karena sekarang kriminalisasi buruh meningkat. Padahal dulu kita kritik apapun kita enggak di kriminalisasi," imbuhnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini