nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, PP Presisi Tawarkan Harga Maksimal Rp550/Saham

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 16:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 23 278 1800740 ipo-pp-presisi-tawarkan-harga-maksimal-rp550-saham-1y3AzUdfEy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT PP Presisi, perusahaan konstruksi spesialis berbasis peralatan berat mengumumkan rencana untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Entitas anak PT PP Tbk (PTPP) tersebut, berencana untuk menawarkan sebanyak banyaknya 4,23 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham atau sebanyak-banyaknya 35% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO.

Perseroan akan mematok harga penawaran sebesar Rp430 hingga Rp550 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini perusahan akan mengumpulkan dana segar sebesar Rp1,82 triliun hingga Rp2,3 triliun.

Presiden Direktur PP Presisi lswanto Amperawan mengatakan dengan model bisnis kontraktor spesialis yang berbasis peralatan berat, perseroan berusaha untuk memperkuat positioning di dalam pasar konstruksi nasional.

"Platform bisnis yang solid yang didukung oleh skala armada yang besar dan tumbuh dengan signifikan ini memungkinkan terciptanya opportunity yang sangat besar bagi PP Presisi untuk berkontribusi lebih banyak lagi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujarnya di Hotel Mulia, Senin (23/10/2017).

lswanto menjelaskan, dana yang terkumpul dari gelaran IPO, sebeaar 70% akan dipergunakan belanja modal khususnya penambahan peralatan dan pembelian lahan untuk workshop dan lahan quarry batu. Sedangkan sisanya sebanyak 30% akan digunakan untuk mendapatkan dan menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang akan diperoleh perseroan.

"Melalui lPO, Perseroan berupaya untuk dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas operasi bisnis yang berbasis nilai tambah, inovasi secara kontinyu serta penegakan praktik tata kelola Perusahaan yang baik," jelas dia.

Perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CiMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Adapun masa penawaran awal atau bookbuilding akan diselenggarakan pada 23 hingga 31 Oktober 2017. Perseroan menargetkan akan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 9 November 2017, sehingga dapat dicatatkan di pasar modal pada 20 November 2017.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini