nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayar Tol Wajib Nontunai, Mandiri Sudah Terbitkan 10,82 Juta Kartu E-Money

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 19:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 24 278 1801590 bayar-tol-wajib-nontunai-mandiri-sudah-terbitkan-10-82-juta-kartu-e-money-i83gbENhCU.jpg Foto: Ulfa/Okezone

JAKARTA - Jelang penerapan 100% pembayaran nontunai, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menerbitkan sebanyak 10,82 juta kartu prabayar berlogo e-money. Dari total tersebut, menghasilkan rata - rata transaksi bulanan lebih dari 39 Juta transaksi. 

"Jumlah pengguna e-money terus meningkat signifikan dari sebanyak 8,14 juta pada triwulan III 2016, menjadi 10,82 juta pada triwulan III 2017 atau tumbuh 32% secara  year on year," ujar Direktur Digital Banking & Technology Rico Usthavia Frans di Plaza Mandiri, Selasa (24/10/2017). 

Rico melanjutkan transaksi e-money telah menghasilkan nilai yang cukup signifikan tiap bulannya. Jumlahnya mendekati setengah triliun. 

Baca juga: Jelang Penerapan Non-Tunai, Mandiri Catat Transaksi E-Money Capai Rp3,5 Triliun

"Nilai transaksi finansial mencapai lebih dari Rp 417,8 miliar per bulan,"ungkap Rico. 

Jumlah transaksi e-money terus mengalami peningkatan terutama sejak pemerintah mulai aktif mendorong gerakan nasional non tunai (GNNT). Sejak tahun 2010, Rico mengatakan jumlahnya sudah naik sebanyak 2,5 kali lipat, dari jumlah awal transaksi e-money sebanyak 15,2 juta transaksi. 

Saat ini, kartu prabayar berlogo e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi di lebih dari 55 ribu merchant dengan jumlah outlet sebanyak lebih dari 68 ribu unit di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: Hingga Agustus, Transaksi Valas Bank Mandiri Capai Rp2.593 Triliun

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas menyatakan dengan meningkatnya pemakaian e-money di jalan tol, Bank Mandiri belum mendapatkan banyak keuntungan dari fee based income sebagaimana yang selama ini diperhitungkan oleh banyak pihak. Pasalnya, program ini adalah program jangka panjang yang memerlukan banyak investasi di awal. Bahkan, kata Rohan, saat ini pihak Mandiri masih harus membayar kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Kita masih belum profitable, masih bayar 0,3% ke BUJT," tukas dia. 

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini