Realisasi Rp77,89 Triliun, Menko Darmin: Beli Cukai Tembakau Tidak Setiap Waktu

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 320 1802408 realisasi-rp77-89-triliun-menko-darmin-beli-cukai-tembakau-tidak-setiap-waktu-1FiG03ES5J.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Kinerja Industri rokok tengah dalam tren yang menurun. Hal itu dibuktikan dengan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada kuartal III 2017 yang baru mencapai Rp77,89 triliun atau sekitar 57,2% dari target Rp 147,54 triliun pada tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan masih jauhnya target CHT pada tahun ini dinilai wajar. Karena menurutnya pembelian pita cukai oleh pengusaha industri tidak dilakukan setiap Minggu.

"Orang itu membeli pita cukai kan tidak setiap waktu. Mereka belinya waktu-waktu tertentu saja," ujarnya saat ditemui Okezone, Rabu (25/10/2017).

Baca juga: Cukai Rokok Naik 10,4%, Menko Darmin: Akan Pengaruhi Jumlah Produksi

Selain itu lanjut Darmin, CHT pada September 2017 ini juga tidak bisa dilihat hanya dari sisi target. Menurutnya, CHT harus dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.

"Kalau itu sih yang namanya cukai itu kan harus dilihat tahun lalunya berapa persen," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Gabungan Asosiasi Pengusaha Pabrik Rokok Indonesia Ismanu Soemiran mengatakan pada kuartal III 2017 saja penerimaan CHT baru mencapai Rp. 77,89 triliun. Artinya penerimaan baru mencapai 57,2% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 147,54 triliun.

Baca juga: Apa Alasan Bea Cukai Naikkan Tarif Cukai Rokok 10,04%?

Jumlah tersebut diprediksi akan semakin tertekan oleh wacana kenaikan cukai oleh pemerintah. Yang mana pemerintah akan menaikan cukai sebesar 10,4% pada tahun 2018.

Oleh karenanya GAPPRI mengaku pesimistis dengan kenaikan sebesar 10,04 %, bisa memberi kontribusi lebih besar terhadap penerimaan CHT. Apalagi saat ini kondisi ekonomi saat ini tengah tidak stabil.

Belum lagi, penurunan daya beli pun terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga sedikitnya mempengaruhi kinerja industri rokok

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini