Wah, 80,2% Iklan Rokok Cantumkan Harga

ant, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 25 320 1802456 wah-80-2-iklan-rokok-cantumkan-harga-wVTmYCDzIp.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Sebanyak 80,2 % dari 1.379 iklan rokok luar ruang di 10 kota mencantumkan harga baik per bungkus maupun per batang, demikian hasil survei yang dilakukan Yayasan Lentera Anak bekerja sama dengan 10 Forum Anak dari berbagai kota.

"Promosi dengan mencantumkan harga merupakan strategi 'hard selling' untuk memengaruhi anak-anak dan remaja agar segera mengambil keputusan untuk membeli rokok," kata Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu.

Lisda mengatakan dari seluruh iklan rokok yang mencantumkan harga, sebanyak 78,9 % menampilkan harga per batang, sebanyak 18,5 % menampilkan harga per bungkus dan 2,6 % menampilkan keduanya.

Baca juga: Realisasi Rp77,89 Triliun, Menko Darmin: Beli Cukai Tembakau Tidak Setiap Waktu

Harga rokok yang ditampilkan bervariasi. Pada iklan yang mencantumkan harga rokok per batang, sebanyak 79,2 % menampilkan harga pada kisaran Rp600 hingga Rp1.000, sebanyak 17,8 % di kisaran Rp1.100 hingga Rp1.500 dan tiga % di bawah Rp600.

Sedangkan pada iklan yang mencantumkan harga rokok per bungkus, sebanyak 63 % menampilkan harga pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000, sebanyak 19,5 % di kisaran Rp16.000 hingga Rp20.000 dan 17,5 % di bawah Rp10.000.

"Promosi harga rokok per batang membuat keterjangkauan anak-anak terhadap rokok semakin mudah sehingga akan mendorong peningkatan jumlah perokok pemula, terutama anak-anak," tutur Lisda.

Anggota Forum Anak Tangerang Selatan Gatari Dwi Hapsari, yang terlibat dalam survei tersebut, mengatakan harga yang ditampilkan pada iklan rokok bahkan lebih murah daripada harga jajanan yang biasa dibeli anak-anak.

Baca juga: Cukai Rokok Naik 10,4%, Menko Darmin: Akan Pengaruhi Jumlah Produksi

"Harga rokok masih sangat terjangkau, diiklankan pula. Anak-anak jadi bisa memperhitungkan uang jajannya untuk membeli rokok. Apalagi, imaji yang ditampilkan iklan rokok di televisi adalah hal-hal yang dianggap keren oleh anak-anak," katanya.

Karena itu, Gatari berharap aturan tentang rokok diperketat. Harga rokok harus dinaikkan setinggi-tingginya agar tidak bisa dijangkau anak-anak dan jangan ada lagi penjualan rokok secara batangan.

"Jangan hanya ada aturan larangan menjual rokok pada usia di bawah 18 tahun, tetapi juga harus ada upaya untuk menjauhkan anak-anak menjangkau rokok," tuturnya.

Survei yang dilakukan Yayasan Lentera Anak dan dan 10 Forum Anak dilakukan di 10 kota, yaitu Banjarmasin, Semarang, Kota Batu, Tangerang Selatan, Pekanbaru, Bekasi, Bandar Lampung, Kabupaten Pasaman Barat, Mataram dan Kupang.

Iklan rokok yang diamati meliputi reklame luar ruang seperti spanduk, "billboard", umbul-umbul, poster, stiker dan videotron.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini