nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Tertekan Imbas Anjloknya Saham Boeing

ant, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 06:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 26 278 1802579 wall-street-tertekan-imbas-anjloknya-saham-boeing-nHgKW0yYXj.jpg Ilustrasi: Reuters

NEW YORK - Bursa saham Wall Street berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), akibat aksi ambil untung setelah para investor mempertimbangkan serangkaian laporan laba perusahaan di tengah data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 112,30 poin atau 0,48% menjadi ditutup di 23.329,46 poin. Indek S&P 500 turun 11,98 poin atau 0,47% menjadi berakhir di 2.557,15 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 34,54 poin atau 0,52%menjadi 6.563,89 poin.

Para analis mengatakan mundurnya pasar saham disebabkan oleh hasil kuartal ketiga yang baru dirilis dari beberapa perusahaan gagal memenuhi ekspektasi mereka.

Saham Boeing turun 2,85% menjadi USD258,42, setelah perusahaan tersebut melaporkan laba bersihnya di USD1,853 miliar pada kuartal ketiga, turun sekitar 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Saham Chipotle Mexican Grill Inc. menukik lebih dari 10% setelah investor melihat hasil perusahaan gagal memenuhi ekspektasi mereka.

Sebelum bel pembukaan, Coca-Cola Company mengumumkan laba bersih kuartal ketiga 2017 sebesar USD1,45 miliar atau 33 sen per saham, naik dari USD1,05 atau 24 sen per saham untuk periode yang sama tahun lalu.

Saham perusahaan minuman itu turun 0,28% menjadi USD46,05 pada Rabu (25/10), meskipun laba perusahaan tersebut mengalahkan perkiraan.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan S&P 500 pada kuartal ketiga 2017 diperkirakan akan meningkat 4,7% dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan akan meningkat 4,5%.

Di sisi ekonomi, pesanan baru AS untuk barang tahan lama manufaktur pada September meningkat USD5,1 miliar atau 2,2% menjadi USD238,7 miliar, jauh di atas konsensus pasar untuk kenaikan 1,0%, Departemen Perdagangan mengatakan pada Rabu (25/10).

"Pesanan barang tahan lama naik 2,2% pada September, hasil yang lebih baik dari perkiraan ditopang oleh penguatan ex-transportation dan barang modal inti. Investasi bisnis pulih setelah penurunan tahun ke tahun sampai tahun lalu," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa penjualan rumah keluarga tunggal AS pada September 2017 berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 667.000 unit, mengalahkan perkiraan pasar.

Para analis mengatakan bahwa investor mencari alasan untuk mengunci keuntungan mereka setelah kenaikan tajam baru-baru ini.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini