Dituding Berpihak ke Industri Rokok, Apa Kata Bea Cukai?

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 27 20 1803417 dituding-berpihak-ke-industri-rokok-apa-kata-bea-cukai-Z2UaSvTFdQ.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuding pemerintah lebih berpihak kepada industri rokok dalam menentukan arah kebijakan menaikkan cukai rokok sebesar 10,04% yang berlaku mulai 2018.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait kenaikan cukai rokok pun dipastikan akan segera terbit. Namun YLKL menyayangkan proses formasinya lantaran menuduh pemerintah menuduh aspirasi dari masyarakat sipil.

Lantas, benarkah hal tersebut?

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi menegaskan bahwa langkah pemerintah menaikan cukai rokok sudah memerhatikan banyak aspek dan masukan dari sejumlah kalangan. Jadi tidak sebatas dari pelaku industri saja.

Baca Juga: Realisasi Rp77,89 Triliun, Menko Darmin: Beli Cukai Tembakau Tidak Setiap Waktu

"Pasti faktornya banyak ya. Di satu sisi kita sudah mendengar WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia), Kementerian Kesehatan, termasuk pemerhati di bidang kesehatan," jelasnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Namun dia tak menyangkal kalau pemerintah memang memerhatikan juga dari sisi industrinya. Pasalnya industri rokok pada akhir-akhir ini performanya sedang kurang vit. Meski demikian, asosiasi industri rokok dan tembakau pun masih berkeberatan dengan kenaikan cukai rokok 10,04%.

Baca Juga: Simak! Aturan Tarif Cukai Rokok Naik 10% Terbit 2 Hari Lagi

"Satu sisi kita pertimbangkan bahwa tahun ini juga terjadi penurunan produksi rokok yang signifikan. Tentunya kita tak ingin berpihak ke salah satu tapi yang penting kita mengharmonisasi 4 faktor," tandasnya.

Adapun keempat faktor yang dia maksud, pertama kesehatan, kedua industri rokok termasuk di dalamnya petani tembakau, lalu ketiga terkait tenaga kerja, terakhir adalah penerimaan negara yang bersumber dari cukai.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini