nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga, Wall Street Bergerak Mixed

ant, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 07:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 27 278 1803334 bank-sentral-eropa-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed-DR5we3NXqk.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Wall Street berakhir mixed setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan mempertahankan suku bunga dasar zona euro berada di 0,00%.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 71,40 poin atau 0,31% menjadi ditutup di 23.400,86 poin. Indeks S&P 500 menambahkan 3,25 poin atau 0,13% menjadi ditutup pada 2.560,40 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 7,12 poin atau 0,11% menjadi 6.556,77 poin.

Menurut ECB, suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito masing-masing tetap 0,25% dan minus 0,40%.

Mengenai langkah-langkah kebijakan moneter non-standar, pembelian berdasarkan program pembelian aset (APP) akan berlanjut pada kecepatan bulanan 60 miliar euro (sekitar USD70,8 miliar) sampai akhir Desember 2017.

Dari Januari 2018, pembelian aset bersih dimaksudkan akan dilanjutkan pada kecepatan bulanan sebesar 30 miliar euro (sekitar USD35,4 miliar) sampai akhir September 2018, atau lebih. Para analis berpendapat bahwa keputusan ECB menunjukkan bahwa tingkat suku bunga dapat tetap pada level saat ini sampai akhir dari program APP.

Musim laporan laba perusahaan juga menjadi fokus. Saham Twitter, Inc. melonjak 18,49% menjadi USD20,31 per saham, setelah platform media sosial itu memberikan hasil kuartal ketiga yang kuat sebelum bel pembukaan.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal ketiga 2017 diperkirakan akan meningkat 5,3% dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan akan meningkat 4,8%.

Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, dalam pekan yang berakhir 21 Oktober, angka awal untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 233.000, meningkat 10.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya dan umumnya sesuai dengan perkiraan pasar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini