nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantap! Ini Prestasi 3 Tahun Jokowi-JK Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 27 Oktober 2017 20:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 27 320 1803844 mantap-ini-prestasi-3-tahun-jokowi-jk-kembangkan-energi-baru-terbarukan-e5GgWcFG69.jpg Foto PLTP Ulubelu (Lidya/Okezone)

JAKARTA - Bauran energi baru terbarukan (EBT) ditargetkan dapat mencapai 23% pada tahun 2025. Berbagai upaya pun terus dilakukan oleh pemerintah.

Tercatat selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) kapasitas yang terpasang mencapai 259,8 megawatt (mw). Jumlahnya makin meningkat dua kali lipat dibandingkan pada masa awal pemerintahan Jokowi di tahun 2014, yaitu 122,7 mw.

Sementara itu, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang terpasang tiap tahunnya bertambah secara konsisten. Kapasitas PLTP di tahun 2017 telah mencapai 1.808,5 MW, sementara di tahun 2014 baru terpasang 1.403,5 mw.

"Tambahan kapasitas terpasang tahun 2017 dari PLTP Ulubelu 4 yang berkapasitas 55 mw dan dari PLTP Sarulla 2 yang berkapasitas 110 mw," ujar Direktur Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di kantornya, Jumat (27/10/2017).

Kemudian untuk Pembangkit Bioenergi hingga tahun 2017 telah mencapai 1.812 mw, sementara di tahun 2014 kapasitasnya baru terpasang 898,5 mw.

Sedangkan untuk serapan bahan bakar nabati atau biodiesel masih terbilang rendah. Tahun 2017 sebanyak 1,67 juta kiloliter biodiesel diserap. Jumlah serapan cenderung turun dibandingkan tahun 2016 yang sudah mencapai 3,65 juta kiloliter.

Kebijakan mandatory campuran biodiesel ke BBM sebanyak 20% sendiri telah diberlakukan sejak tahun 2016. Namun, Rida mengungkapkan, pemerintah menghadapi kendala dalam pengembangan biodiesel.

"Tantangannya itu karena rendahnya harga minyak dunia, sehingga menyebabkan selisih harga biodiesel dan BBM tinggi," tukas dia.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini