Share

Populasi Lebih Besar dari Uni Emirat Arab, Jadi Kelebihan Pasar Modal Syariah Indonesia

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 30 278 1804827 populasi-lebih-besar-dari-uni-emirat-arab-jadi-kelebihan-pasar-modal-syariah-indonesia-COqM6JRDTX.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

DUBAI – Pasar modal syariah Indonesia disebut-sebut memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan, bursa syariah Tanah Air di gadang-gadang bisa menjadi yang terbesar di dunia.

“Pasar modal syariah Indonesia memiliki pasar yang sangat besar. Populasi Indonesia 261,115 juta jiwa, lebih besar dari populasi negara penerbit sukuk terbesar dunia,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Dubai, Minggu (29/10/2017).

 Baca juga: Wacana Syariah Stock Exchange, Dirut BEI: Konsepnya Harus Saling Melengkapi

Dari populasi penduduk Indonesia tersebut, sebanyak 87% merupakan muslim atau 227,12 juta jiwa. Selain itu,65% dari populasi tersebut masih dalam usia produktif.

Sementara, populasi negara-negara utama penerbit sukuk terbesar dunia tidak sebesar Indonesia. Misalnya Turki hanya memiliki populasi 79,512 juta jiwa, Inggris hanya 65,637 juta jiwa, Saudi Arabia 32,27 juta jiwa, Malaysia 31,19 juta jiwa dan Uni Emirat Arab hanya 9,27 juta jiwa.

 Baca juga: Sambangi Dubai Financial Market, Dirut BEI: Ini Satu-satunya Syariah Stock Exchange di Dunia

Tito menyebutkan, pasar modal syariah Indonesia masih akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur terus meningkat. Dalam jangka waktu 5 tahun, anggaran infrastruktur sudah naik sampai 130%.

“Ini yang menyebabkan kontribusi sukuk negara sebagai sumber dana pembangunan terus meningkat,” kata dia.

 Baca juga: Ke Dubai Financial Market, Bos BEI Dorong Terciptanya Sinergi Pasar Modal Syariah

Pada 2016, porsi dana sukuk negara dari total SBN hanya 1,8% atau Rp7,2 triliun dari total SBN yang sebesar Rp407 triliun. Pada 2017, porsi sukuk naik menjadi 3,9% atauRp16,8 triliun dari total SBN yang sebesar Rp433 triliun. Pada 2018, porsi sukuk diproyeksi mencapai 5,4% atau Rp22,5 triliun dari total SBN yang sekira Rp415 triliun.

Sebanyak 3% sumber pendanaan RAPBN 2018 berasal dari sukuk negara. Sementara 51% sumber pendanaan RAPBN 2018 berasal dari SBN.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini