Image

Menteri Bambang Ingin Kemitraan Petani dan Korporasi Bersifat Bisnis

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017, 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 30 320 1805098 menteri-bambang-ingin-kemitraan-petani-dan-korporasi-bersifat-bisnis-tQe4DHBou1.jpg Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mendorong para petani dan korporasi untuk membentuk sebuah kemitraan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan di level petani, serta menambah produktivitas perusahaan.

Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk memaksimalkan manfaat daripada program kemitraan petani dengan kroporasi, maka sifat kemitraan haruslah dalam bentuk business to business.

"Kunci dari kemitraan ini adalah b to b. Jauhkan kemitraan petani dari kata charity, CSR, atau yang bersifat donasi. Justru kemitraan ini harus didekatkan sedekat mungkin dengan b to b," ujarnya di Mercantile Club, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Baca Juga: Wih, Petani Pulau Jawa Minta MA Tolak Kaji Ulang Aturan soal Lahan Gundul

Alasannya, lanjut Bambang, dalam koridor bisnis, keberlanjutan daripada kemitraan petani dengan korporasi akan terjaga. Pasalnya, dua belah pihak baik dari petani maupun korporasi yang bermitra sama sama memiliki keuntungan

"Kita bicara sustainability dari kemitraan itu sendiri. kalau bersifat charity atau donasi, kan enggak mungkin memberika donasi secara terus menerus dan rutin," lanjut dia.

Mantan Menteri Keuangan ini memberikan contoh kemitraan petani dengan korporasi yang telah sukses meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Salah satunya adalah program kemitraan antara petani vanila Papua dengan prusahaan asa Amerika Serikat. Perusahaan asal Negeri Paman Sam ini mendekatkan petani vanila Papua dengan pasar ekspor.

Petani yang bermitra, didorong untuk bisa menanam vanila dengan bibit dan pupuk unggulan. Tidak hanya itu, mereka juga disokong dengan teknologi canggih. Proses penanaman hingga panen juga diawasi langsung oelh perusahaan.

Begitu panen, lanjut Bambang, petani tidak perlu bingung dengan pasar vanila, lantaran perusahaan langsung mengekspor produk vanila tersebut ke pasar Amerika. Bahkan, mereka telah memiliki pembeli siaga yang berasal dari perusahaan besar, seperti Starbuck dan KFC.

"Disini lah bagaimana petani - petani vanilla bisa menjual di pasar luar dan tidak hanya dipasarkan domestik. Saya rasa ini jenis jenis kemitraan yang perlu dikembangkan, dieskalasi," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini