Image

TREN BISNIS: Besaran UMP DKI Jakarta hingga Kawasan Kumuh Berkurang 9.700 Ha

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 01 November 2017, 06:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 31 320 1805861 tren-bisnis-besaran-ump-dki-jakarta-hingga-kawasan-kumuh-berkurang-9-700-ha-Idv7Thm0JZ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba bersihnya pada kuartal III-2017 mengalami kenaikan. Laba bersih Kalbe Farma tercatat mengalami kenaikan Rp77 miliar atau sekira 4,52% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat pengurangan kawasan kumuh hingga 2017 baru mencapai 9.700 hektare (ha) dari target sekitar 38.000 ha yang harus ditangani sejak 2014.

Di sisi lain, Pemerintah telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) untuk tahun depan. Kebijakan pengupahan tersebut akan diumumkan serentak per 1 November 2017 dan selambat-lambatnya pada 21 November 2017.

Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Okezone Finance. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.

Naik Hanya 4,5%, Kalbe Farma Cetak Laba Bersih Rp1,77 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba bersihnya pada kuartal III-2017 mengalami kenaikan. Laba bersih Kalbe Farma tercatat mengalami kenaikan Rp77 miliar atau sekira 4,52% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp1,77 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun.

Kenaikan laba bersih ini, tidak terlepas dari rugi selisih kurs yang berkurang menjadi Rp2,97 miliar dari sebelumnya Rp20,56 miliar. Sementara itu, penjualan perseroan tercatat meningkat menjadi Rp15,08 triliun dari sebelumnya Rp14,37 triliun.

Di sisi lain, total utang perseroan juga tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp2,96 triliun dari sebelumnya Rp2,76 triliun. Utang tersebut, terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp469,45 miliar dan utang jangka pendek sebesar Rp2,49 triliun.

Selain itu, perseroan juga mencatat kenaikan total aset menjadi Rp16,22 triliun dari sebelumnya Rp15,22 triliun. Adapun aset tidak lancar perseroan sebesar Rp6,13 triliun dan aset lancar sebesar Rp10,09 triliun.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini