Permintaan Cukup Tinggi, Mendag: Harga Pala di Sulut Pasti Meningkat

ant, Jurnalis · Selasa 31 Oktober 2017 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 320 1805965 permintaan-cukup-tinggi-mendag-harga-pala-di-sulut-pasti-meningkat-JJQ3XTMGXn.jpg Foto: Antara

MANADO - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengatakan harga komoditas pala di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pasti meningkat karena permintaan cukup tinggi.

"Harga pala pasti akan mengalami peningkatan karena permintaan baik dari dalam maupun luar negeri cukup tinggi," kata Mendag di Manado, Selasa (31/10/2017).

Menurut dia, kalau saat ini petani di Sulut mengalami kesulitan karena harga pala mengalami penurunan sebaiknya tidak menyerah.

"Saya harap petani pala di Sulut jangan menyerah, karena dipastikan harga pala pasti naik," katanya.

Baca juga: Jadikan Pala dan Kelapa Ekspor Nomor 1 di Dunia, Mentan Tengok Pulau Terluar Sulawesi

Memang, katanya, dinamika dunia perdagangan terkadang produk ditolak ataupun mengalami penurunan, namun ke depan akan meningkat.

Kepala Bidang Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Hanny Wajong mengatakan saat ini harga biji pala berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

"Harga ini memang turun jika dibandingkan dengan sesi perdagangan beberapa bulan lalu di kisaran Rp90 ribu per kilogram," kata Hanny.

Untuk fuli pala atau bunga pala saat ini masih cukup menggembirakan dikisaran Rp110 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengatakan tujuan ekspor biji pala Sulut ke beberapa negara di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika.

Negara yang rutin melakukan permintaan ekspor pala yakni Italia, Argentina, Jerman, Vietnam, Belanda, Inggris kemudian untuk bunga pala biasanya ke India, Italia dan Belanda.

Pihaknya berharap kegiatan ekspor komoditas turunan kelapa Sulut akan terus berlanjut karena mampu meningkatkan devisa bagi negara.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini