NTT Simpan Kekayaan Terpendam, Menko Luhut: Perputaran Uang dari Garam Sekira Rp30 Triliun

ant, Jurnalis · Rabu 01 November 2017 13:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 01 320 1806413 ntt-simpan-kekayaan-terpendam-menko-luhut-perputaran-uang-dari-garam-sekira-rp30-triliun-2oR7FqcmR5.jpg Foto: Feby Novalius/Okezone

LARANTUKA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk wilayah yang memiliki kekayaan terpendam di Indonesia, bahkan potensi perputaran uang dari garam dapat mencapai Rp30 triliun.

"Apabila dikalkulasi dengan perhitungan biaya saat ini, maka akan ada perputaran uang sekitar Rp30 triliun di NTT, dan hanya dari garam," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, Selasa (31/10/2017).

Lahan garam di NTT, menurut data yang dimiliki Pemerintah, dari satu hektare lahan dapat menghasilkan 100 ton garam, sehingga bila ada 21.000 hektare lahan garam, maka berpotensi memproduksi hingga 21 juta ton garam.

Baca juga: Menko Luhut: Instruksi Presiden Jokowi, Swasembada Garam di 2020

"Potensi garam di daerah ini, jika dikelola secara maksimal, maka bisa menutup garam impor yang berlangsung selama ini," ujarnya.

Namun, ia pun menilai bahwa selama ini provinsi berbasis kepulauan itu tidak diurus secara holistik dan terintegrasi, termasuk di Kota Larantuka yang memiliki begitu banyak kekayaan yang terpendam.

"NTT adalah provinsi yang memiliki banyak kekayaan. Namun, sayangnya kurang diperhatikan selama ini, karena manajemen pembangunan tidak dilakukan secara holistik dan terintegrasi," katanya.

Oleh karena itu, Luhut juga mengingatkan, masyarakat lokal pun harus mendapatkan manfaat dari potensi garam NTT, terutama masyarakat sebagai pemilik tanah yang dijadikan lahan garam.

Baca juga: Mendag: NTT Punya Potensi Besar untuk Ekspor Garam

"Saya sudah bilang juga dengan pengusaha-pengusaha dan PT Garam, pokoknya rakyat itu yang punya lahan harus juga menikmati. Jadi, semua terintegrasi," katanya.

Ia pun menimpali, "Saya juga sudah berpesan kepada semua pihak, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang, tanah yang punya rakyat itu harus menikmati garam."

Selain itu, ia juga berharap pihak gereja, pastor, pendeta, majelis ulama Indonesia (MUI) dan tokoh setempat untuk mengajarkan kebersihan kepada masyarakat.

Apalagi, NTT juga dikenal sebagai wilayah yang masyarakatnya terdiri atas banyak suku dan agama, namun mampu menjaga keharmonisan bermasyarakat untuk kedamaian bersama.

"Saya tanya Pak Gubernur, turis ke NTT katanya mencapai satu juta dan mungkin tahun depan sekitar satu juta dua ratus. Kalau infrastruktur kita perbaiki, maka 2019 akan mencapai dua juta turis," ujarnya, mengutip percakapan dengan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Labuan Bajo, dikemukakannya, sudah menjadi salah satu daerah tujuan pariwisata terbaik, termasuk wilayah Pulau Komodo, sehingga berharap NTT mengembangkan potensi pariwisata lainnya.

Namun, ia menegaskan kembali bahwa semua pihak harus memperhatikan masalah kebersihan.

Bila pariwisata NTT berkembang, maka diperkirakan akan menjadi provinsi kaya dengan pendapatan Rp60 triliun dari garam dan pariwisata, demikian Luhut Binsar Pandjaitan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini