Wah, Kemenkeu Catat Nilai Barang Milik Negara Rp2.188 Triliun hingga 2016

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 02 20 1807095 wah-kemenkeu-catat-nilai-barang-milik-negara-rp2-118-triliun-hingga-2016-8IHAKz1aKj.jpg Sri Mulyani di acara BMN (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mencatat total aset Barang Milik Negara (BMN) sebesar Rp2.188 Triliun hingga 31 Desember 2016. Adapun total aset ini sebesar 40,1% dari total seluruh aset negara.

Pasalnya total keseluruhan aset negara mencapai Rp5.456 triliun termasuk semua barang yang ada di dalam bangunan seperti kursi, meja dan lainnya hanya 40,1% yang menjadi BMN.

 Baca juga: Revaluasi Aset Negara, Sri Mulyani: Kita Enggak Akan Lakukan Spekulasi Target

"Untuk posisi tahun 2016, nilai dari barang milik negara Republik Indonesia telah mencapai Rp2.188 triliun. Nilai tersebut adalah 40,1% dari keseluruhan total aset negara," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Sri Mulyani menjelaskan kepada pihak yang suka menduga bahwa BMN sangat besar sehingga ia kembali menegaskan bahwa aset negara jauh lebih besar dari BMN. Selain itu, nilai BMN saat ini sudah dilakukan evaluasi sejak 2007 di mana dirinya juga menjabat sebagai Menteri Keuangan.

 Baca juga: Revaluasi Aset Negara, Sri Mulyani: Saat Ini Sudah Mencapai Rp4.799 Triliun

"Saya ingin menekankan lagi, karena suka ada sementara pihak yang suka confuse seolah-olah BMN identik dengan aset. Aset negara jauh lebih besar dari BMN. Namun kita tahu bahwa nilai Rp2.188 triliun barang milik negara itu sebagian sangat besar adalah nilai perolehan dan nilai yang di evaluasi sejak 2007," jelasnya.

Menurutnya, terakhir dilakukan evaluasi untuk BMN ini pada 10 tahun lalu saat dirinya juga menjabat sebagai Menkeu. Oleh karenanya pada tahun ini akan kembali dilakukan evaluasi karena banyak dari BMN tersebut yang perlu untuk dinilai kembali.

Baca juga:  Lakukan Revaluasi Aset, Kemenkeu: Agar Nilai Barang Milik Negara Lebih Update

"Kalau properti yang vakum mudah dipahami, kan nilainya bergerak terus dengan nilai relatif properti di sekitarnya. Maka mungkin BMN properti dan tanah kita nilainya undervaluasi dibanding 10 tahun lalu. Ada juga yang depresiasi karena sudah dipakai maka nilainya menurun," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini