nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LPS Kembali Pangkas Suku Bunga Penjaminan 25 Basis Poin, Ini Manfaatnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 November 2017 14:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 02 320 1807160 lps-kembali-pangkas-suku-bunga-penjaminan-25-basis-poin-ini-manfaatnya-0gAUUhQtHy.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 bps dan berlaku efektif mulai tanggal 3 November 2017 sampai dengan 15 Januari 2018.

Tingkat bunga penjaminan ini berlaku untuk simpanan dalam Rupiah dan valuta asing (valas) di Bank Umum serta untuk simpanan dalam Rupiah di Bank Perkreditan Rakyat.

Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan bank umum untuk mata uang Rupiah adalah 5,72% dan valas 0,75%. Sementara Bank Perkreditan Rakyat adalah sebesar 8,25% untuk mata uang Rupiah.

"Penurunan sebesar 25 bps ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan suku bunga simpanan bank benchcmark LPS yang menunjukkan adanya penurunan serta adanya pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia yang merespon rendahnya dan prospek inflasi serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Ketua Dewan Komisioner Halim Alamsyah di kantor LPS, Jakarta, Kamis (2/11/2017)

Baca Juga: Simak! LPS Lunasi Klaim 67 Bank yang Dilikuidasi

Dia melanjutkan sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku.

Baca Juga: Masyarakat RI Gemar Menabung, Buktinya Simpanan yang Dijamin LPS Meningkat Jadi 52%

Halim menyatakan agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

"Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," tutupnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini