nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikritik, Menteri Rini : Enggak Bohong-Bohongan Kok

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 14:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 03 320 1807843 proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-dikritik-menteri-rini-enggak-bohong-bohongan-kok-clDgFGPSLE.jpg Foto: Okezone

BEKASI - Politikus sekaligus Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo beberapa waktu lalu mengkritisi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dirinya menyebut jika proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hanyalah fiksi belaka alias bohong.

Menanggapi hal tersebut , Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan proyek tersebut bukanlah proyek bohongan. Karena saat ini proyek tersebut terus diupayakan dan terus berjalan.

Menurutnya, untuk mengerjakan proyek Kereta Api Cepat membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Khususnya dalam hal pembebasan lahan.

Baca juga: Menko Luhut: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Terhubung dengan Bandara Kertajati

"Enggak bohong-bohongan kok. Beneran. Cuma memang memakan waktu. Saya sendiri terus terang suka frustasi, apalagi kalau sudah ngomel-ngomel. Cepetan dong. Tapi ternyata pembebasan lahan kita pikir pakai UU Nomor 2 Tahun 2012 cepat, cuma ternyata prosesnya lama," ujar Rini saat ditemui di Bekasi, Jumat (3/11/2017).

"Memang akhirnya harus diakui begini, seperti (Tol) Becakayu, tadinya kita harapkan ini akhir tahun selesai semua. Tapi itu hitungan kita, ternyata pembebasan lahan tidak seperti yang kita perkirakan. Biarpun semua semangat, tetap pembebasan lahan itu memakan waktu," imbuhnya.

Selain itu, Rini juga menilai proyek Kereta Api Cepat merupakan sesuatu yang baru dikerjakan di Indonesia. Sehingga harus menunggu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk menentukan lokasi pembangunan proyek Kereta Api Cepat tersebut.

Baca Juga: Soal Dana Pinjaman Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Menteri Rini: Cair Bulan Depan

"Kereta Cepat ini juga. Ternyata trasenya itu sesuatu yang baru, kita harus menunggu RTRW (rencana tata ruang wilayah) nasional. RTRW nasional akhirnya baru keluar akhir April 2017. Setelah RTRW nasional, harus keluar penetapan lokasi dari provinsi. Penetapan lokasi Provinsi DKI baru keluar minggu ketiga September, dan dari Jawa Barat akhir September. Setelah itu baru bisa kita pembebasan lahan," jelasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini