nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arcandra Tahar Kumpulkan Para Pegiat Nuklir, Bahas Kemungkinan Bangun PLTN

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 21:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 03 320 1808152 arcandra-tahar-kumpulkan-para-pegiat-nuklir-bahas-kemungkinan-bangun-pltn-a9bj58B206.jpg Wamen ESDM Aarcandra Tahar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengkaji kemungkinan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia bersama sejumlah stakeholder terkait pada hari ini di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar mengatakan, potensi pengembangan PLTN di Indonesia sangat besar. Adapun pihak-pihak yang ikut dalam forum tersebut mulai dari kementerian hingga lembaga (K/L).

"Beberapa pegiat nuklir juga kita undang antaranya hadir hampir semuanya baik dari Kementerian ESDM, Batan, BPPT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, IPB, Kemenko Perekonomian, Perindustrian," kata Arcandra di kantornya, Jumat (3/11/2017).

Dia menjelaskan, selama ini Indonesia sibuk memperdebatkan soal apakah pembangkit listrik tenaga nuklir perlu dibangun. Pro dan kontra pun tak bisa dihindarkan, ada yang setuju dibangunnya PLTN ada pula yang secara tegas menolak. "Intinya kita diskusi, yang selama ini saya pelajari diskusi kita kebanyakan pada tatatan peraturan, perundangan, termasuk kebijakan energi nasional," papar dia.

Arcandra menjelaskan, fokus yang harus dibangun ke depan adalah terkait ketersediaan bahan baku PLTN, mulai dari uranium hingga thorium. Yang ada saat ini, baru potensi dari kedua bahan baku tersebut. Indonesia belum mencapai tahap sumber daya yang tersedia.

Tak sebatas itu, kalau pun Indonesia sudah memiliki sumber dayanya, apakah mampu mengelolanya hingga menghasilkan sumber daya listrik, dan masih banyak hal-hal lainnya yang perlu dikaji ketimbang hanya memperdebatkan boleh tidaknya PLTN dibangun di Indonesia.

"Kalau di Indonesia baru potensi. Kedua apa kita mampu kalau punya resources menjadi reserve (cadangan). Kalau sudah reserve pun apa ini bisa kita tambah apa tidak. Kalau pun bisa, apakah bisa kita pakai apa tidak," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini