nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ECONOMIC VIEWS: Beda Pintu Tol GTO dan Hybrid hingga Laba Pemilik Sari Roti Turun 52%

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 06 November 2017 09:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 06 320 1808997 economic-views-beda-pintu-tol-gto-dan-hybrid-hingga-laba-pemilik-sari-roti-turun-52-OOoBFcL3Ko.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA – Pelaksanaan 100% nontunai di tol hari ini mengukap sebuah fenomena yang unik. Dari dua jenis pintu tol, yakni pintu Gerbang Tol Otomatis (GTO) dan Gerbang Tol Hybrid, ternyata terdapat sebuah perbedaan yang mencolok.

Sementara itu, Perusahaan Teknologi di bidang permainan (game), Razer akan mengumpulkan dana hingga USD545 juta melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). IPO akan dilakukan di Hong Kong dan bisa memberi nilai perusahaan hingga USD4,55 miliar.

Di sisi lain, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mencatat penurunan laba bersih pada kuartal III-2017. Laba bersih produsen Sari Roti ini turun Rp106,34 miliar atau sekira 52,2%.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Hari Pertama 100% Nontunai di Tol, TERUNGKAP! Ini Perbandingan Pintu GTO dan Hybird

Berdasarkan pantaun Okezone, Selasa (31/10/2017), sejak pukul 07.20 WIB hingga sekira pukul 10.00 WIB pada Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta di Pulomas, Jakarta Timur, terdapat dua jenis pintu tol, yakni Pintu GTO yang menggunakan e-money dan Gerbang Tol Hybrid bisa menggunakan uang tunai dan e-money.

Baca juga: Hari Pertama 100% Nontunai di Tol, Bapak Ini Panik Cari Pinjaman e-Money

Secara umum, pintu tol GTO ternyata lebih lancar ketimbang pintu hybrid. Pada pintu GTO, terpantau pengendara sudah fasih menggunakan kartu e-money dengan cara di-tap, baik dengan tangan atau menggunakan alat bantu. Tak lama kemudian, cepat pintu gerbang sudah terbuka dan mobil pun berlalu.

Sementara, pada Gerbang Tol jenis Hybrid, terpantau tersendat. Terkadang lancar namun lebih sering tersendat. Penyebabnya adalah, pengendara masih kurang lancar dalam melakukan tap gerbang. Ada juga yang masih menggunakan pembayaran tunai, sehingga membutuhkan proses yang lebih lama.

 Baca juga: Hari Pertama 100% Nontunai di Tol, Seberapa Jauh Indonesia Tertinggal dari Jepang?

Seperti diketahui, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR menyatakan ada tujuan lain dari pihaknya untuk mendukung program Gerakan Non Tunai (GNNT) yang digencarkan oleh Pemerintah.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan BPJT Wahyudi Mandala Putra mengatakan, tujuan utama dari penerapan ini adalah untuk sistem pembayaran jangka panjang nantinya yang tak perlu berhenti. Yang menjadi sasaran BPJT sebenarnya untuk menerapkan Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti.

 Baca juga: 100% Nontunai, Menteri Basuki: Hanya 1 Gerbang Tol yang Bisa Cash

Sebenarnya, pembayaran nontunai di gerbang tol ini sudah disusun sejak lama sehingga nantinya membantu pelaksanaan MLFF tersebut. Tetapi sebelum sampai target utama, perlu memulai dulu dengan taping dan membiasakan pengguna jalan tol untuk tidak memakai uang cash.

Rogoh Kocek Rp448,80 Miliar, Bos Djarum Akan Masuk ke Bisnis Game dari IPO Razer

Razer, yang sedang melakukan roadshow sampai 6 November, telah mengindikasikan kisaran harga IPO antara 2,93 dolar Hong Kong (50 sen Singapura) menjadi 4,00 dolar Hong Kong per saham. Harga akan ditetapkan pada 6 November dan akan diperdagangkan mulai pada 13 November 2017.

Mengutip laman Strait Times, Singapura, Kamis (2/10/2017), Razer, di mana investor pertamanya adalah Intel, Orang Terkaya Hong Kong Li Ka Shing, dan juga Lee Hsien Yang, juga mengumpulkan USD153 juta dari 5 investor termasuk Dana Kekayaan Kedaulatan Singapura GIC (USD20 juta).

Baca Juga: IPO, Wika Gedung Tawarkan Rp290-Rp456/Saham

Selain pemodal awal, ternyata ada 4 investor lagi yang masuk ke Razer. Salah satunya dari miliarder Indonesia Kakak Beradik Hartono, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono yang menginvest sekira USD33 juta atau sekira Rp448,80 miliar (Rp13.600 per USD).

Ada juga investor lainnya, yaitu, Direktur pengelola Singhaiyi Group Celine Tang dengan besaran USD50 juta, pemilik kasino Rio Loi Keong Kuong demham nesaram USD30 juta dan pengembang real estat China Kingkey dengan besaran USD20 juta.

Baca Juga: Ternyata! Direktur BEI Ungkap Ada BUMD Layak IPO

Debut Razer di pasar saham akan bertepatan dengan diluncurkan ponsel pertamanya, yang konon akan dirilis pertama kali di Amerika Serikat dan Eropa. Tanggal yang diharapkan untuk mengungkap besar adalah 2 November (waktu Singapura), menurut situs Razer.

Penawaran umum tersebut terdiri dari 1,06 miliar saham atau 12% dari modal saham Razer. Juga akan ada opsi penjatahan lebih dari 160 juta saham.

Baca Juga: Dorong BUMD IPO, BEI: Anies-Sandi Bisa Ciptakan Entrepreneur

IPO akan meningkatkan hasil bersih sekitar 3,5 miliar dolar Hong Kong, berdasarkan harga penawaran mid-range dan dengan asumsi bahwa opsi penjatahan lebih banyak tidak dilakukan, Razer mengatakan pada hari Selasa.

Dari jumlah tersebut, 25% akan digunakan untuk perkembangan lebih lanjut di industri game dan hiburan, termasuk perangkat mobile.

Sebanyak 25% lainnya akan disisihkan untuk akuisisi, 20 persen untuk perluasan penelitian dan pengembangan, dan 20 persen dihabiskan untuk inisiatif penjualan dan pemasaran untuk produk baru seperti zGold, layanan kredit virtual Razer diluncurkan pada bulan Januari.

Razer, didirikan oleh Tan Min-Liang dari Singapura pada tahun 2005. Citra Tan Min-Liang merupakan ikon bagi para penggila gamer. Razer yang berbasis di Singapura dan California ini menjual perangkat game premium seperti mouse presisi tinggi dan keyboard yang dapat disesuaikan di 76 negara.

Kurang Manis, Laba Pemilik Sari Roti Turun 52% Jadi Rp97 Miliar

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/10/2017), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp97,35 miliar dari sebelumnya Rp203,69 miliar.

Baca Juga: Bermodal Rp999 Miliar, Pemilik Toys 'R' Us Icip "Legitnya" Saham Sari Roti

Dengan penurunan laba bersih tersebut, laba per saham perseroan juga turun menjadi Rp19,24 dari sebelumnya Rp40,20. Selain itu, pendapatan perseroan juga tercatat turun tipis menjadi Rp1,82 triliun dari sebelumnya Rp1,83 triliun.

Baca Juga: Butuh Dana Bangun Pabrik, Nippon Indosari Corpindo Berencana Right Issue

Di sisi lain, total utang perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp1,50 triliun dari sebelumnya Rp1,47 triliun. Utang tersebut, terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp696,82 miliar dan utang jangka pendek sebesar Rp807,77 miliar.

Baca Juga: Anggarkan Capex Rp498 miliar, Sari Roti Segera Bangun Pabrik di Filipina

Sementara total aset perseroan tercatat naik ke Rp2,96 triliun dari sebelumnya Rp2,91 triliun. Aset tersebut, terdiri dari aset tidak lancar sebesar Rp2,14 triliun dan aset lancar sebesar Rp823,85 miliar.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini