nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Program BBM Satu Harga Baru 48%

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 06 November 2017 11:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 06 320 1809098 realiasai-program-bbm-satu-harga-baru-48-HBwzvBtaeX.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus meningkatkan pelaksanaan program BBM Satu Harga. Sampai saat ini program BBM Satu Harga terealisasi lebih dari 48% dari keseluruhan target tahun ini.

Sejak dicanangkan pada akhir tahun lalu hingga awal November, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, program BBM Satu Harga terealisasi 26 titik penyalur dari target 54 titik penyalur tahun ini.

“Kalau tahun 2017 dari target 54 penyalur sampai November ini yang telah beroperasi adalah 26 titik,” ujar Anggota Komite BPH Migas Saryono Hadiwidjojo di Jakarta, akhir pekan lalu. Dia menjelaskan, dari 26 titik yang telah beroperasi, sebanyak delapan titik berada di Provinsi Papua.

Kemudian dua titik di Papua Barat, dua titik di Kalimantan Barat, dua titik di Maluku Utara, satu titik di Kalimantan Utara, satu titik di Sumatera Utara, dan satu titik di Sumatera Barat, Selanjutnya satu titik di Jawa Tengah, satu titik di Jawa Timur, satu titik di Nusa Tenggara Barat, dan satu titik di Nusa Tenggara Timur, satu titik di Sulawesi Tenggara, satu titik di Kalimantan Timur, satu titik di Kalimantan Tengah, satu titik di Sulawesi Utara, dan terakhir satu titik di Maluku.

Sebagaimana diketahui, lokasi titik penyalur program BBM Satu Harga berada di daerah tertinggal, terluar, dan terluar (3T di Indonesia). Melalui program BBM Satu Harga, daerah- daerah tersebut bisa merasakan harga BBM sama dengan yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp6.450 per liter untuk premium dan Rp5.150 per liter untuk solar.

Baca Juga: Komitmen Pertamina, BBM Satu Harga Berjalan Sukses

Hingga 2019 pemerintah menargetkan ada 150 titik pada 148 kabupaten di seluruh Indonesia untuk dibangun lembaga penyalur BBM Satu Harga. Adapun realisasinya dilakukan bertahap, yaitu 54 titik tahun ini, lalu berlanjut 50 titik tahun depan, dan 46 titik pada 2019.

Saryono mengatakan, berdasarkan progres tersebut masih terdapat 28 titik penyalur BBM Satu Harga yang akan beroperasi. Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengatakan, target tersebut optimistis tercapai mengingat beberapa titik sudah siap beroperasi.

“Nanti peresmian titik tidak satu-satu. Misalnya di Papua masih ada empat titik nanti diresmikan secara berbarengan,” ujarnya. Dia mengatakan, lembaga penyalur BBM Satu Harga berbeda dengan SPBU reguler sehingga proses persiapannya bisa lebih cepat.

Untuk investasi lembaga penyalur BBM Satu Harga sekitar Rp500 juta sampai Rp1 miliar, sementara SPBU Reguler mencapai sekitar Rp5 miliar. Kemudian dari sisi volume, kapasitas SPBU BBM Satu Harga biasanya lebih kecil, yaitu 5 kiloliter sementara SPBU Reguler ada di kisaran 20 kl.

Terus Ditingkatkan

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman mengatakan, realisasi program BBM Satu Harga terus bertambah.

Baca Juga: Terapkan BBM 1 Harga, Beli Bensin di Papua Wajib Pakai Kartu

Beroperasinya BBM Satu Harga di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, akhir pekan lalu, menjadi titik ke-27 dari program BBM Satu Harga sehingga program tersebut bertambah menjadi satu titik. Kecamatan Nusa Penida merupakan pulau terdepan sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) No 6/2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak tersebut, masyarakat Nusa Penida kini mendapatkan tambahan pasokan BBM dengan jarak yang lebih dekat hanya 150 meter dari Pelabuhan Nusa Penida. Sebelumnya terdapat dua SPBU lain telah beroperasi namun berjarak sekitar 6 dan 15 kilometer dari pelabuhan.

“Tentu hal tersebut akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM. Pemerintah Kabupaten Klungkung yakin, SPBU Kompak akan mendukung perkembangan sektor pariwisata sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Penida,” kata dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini