nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cadangan Devisa Turun USD2,9 Miliar, BI: Kita Lakukan Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 08 November 2017 14:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 08 20 1810567 cadangan-devisa-turun-usd2-9-miliar-bi-kita-lakukan-stabilisasi-nilai-tukar-rupiah-iJUAYrmJmf.jpg Foto: Deputi Gubernur BI (MJ/Okezone)

SURABAYA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 tercatat USD126,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2017 tersebut turun USD2,9 miliar dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar USD129,4 miliar.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menilai, turunnya cadangan devisa merupakan suatu hal yang wajar. Sebab, cadangan devisa memang menjadi bantalan yang bisa digunakan BI ketika terjadi outflow (aliran dana keluar).

"Jadi ya wajar pada saat ada pembalikan modal (outflow) kita lakukan stabilisasi nilai tukar dan menggunakan cadangan devisa," kata dia di Grand City, Surabaya, Rabu (8/11/2017).

Baca Juga: BREAKING NEWS: Turun USD2,9 Miliar, Cadangan Devisa Oktober di USD126,5 Miliar

Perry mengakui, turunnya cadangan devisa bulan Oktober digunakan untuk melakukan intervensi pasar. Sebab, beberapa kejadian global seperti suku bunga hingga spekulasi pemimpin The Fed membuat kondisi nilai tukar rupiah sempat terombang-ambing. Sayangnya, Perry tidak menyebutkan besaran cadangan devisa yang dipakai bank sentral untuk mengintervensi rupiah.

"Pada saat kemarin ini gonjang ganjing global khususnya di AS ya wajar kita lakukan stabilsasi nilai tukar," ujar dia.

Baca Juga:Cadangan Devisa USD129 Miliar, Gubernur BI: Pecahkan Rekor Tertinggi Selama Merdeka!

Yang terpenting, lanjutnya, cadangan devisa masih cukup membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Tak hanya itu, Perry menegaskan bahwa BI selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

"BI selalu ada di pasar lakukan stabilisasi dan cadangan devisa lebih dari cukup," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini