nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi 2018 Akan Lebih Baik, Bos OJK: Likuiditas dan Modal Perbankan Kuat!

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 10 November 2017 17:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 10 20 1811980 ekonomi-2018-akan-lebih-baik-bos-ojk-likuiditas-dan-modal-perbankan-kuat-nGXzgCRDsh.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjelang akhir tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2018 akan lebih baik dari tahun ini. Membaiknya perekonomian Indonesia pada tahun mendatang tentunya disebabkan beberapa indikator.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, membaiknya ekonomi Indonesia terlihat dari indikator pada tahun 2017 yang mulai membaik. Selain itu, proyeksi IMF terhadap negara maju dan berkembang seperti Indonesia semuanya positif dan meningkat.

 Baca juga: Ingin Dongkrak Daya Beli, Sri Mulyani Pertimbangkan Turunkan Nilai PPN

"Kondisinya akan lebih baik karena semua indikator 2018 itu lebih baik dari indikator di tahun 2017. Di damping itu proyeksi IMF World Bank negara-negara maju dan negara berkembang, itu semua positif meningkat," ujarnya saat ditemui di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Selain itu lanjut Wimboh, kondisi di tahun 2018 juga ditunjang oleh kondisi politik dalam negeri yang relatif bagi. Hal tersebut terlihat dari likuiditas dan permodalan perbankan yang meningkat setiap tahunya.

Baca juga: Ekonomi Dunia Tumbuh 3,6%, Faisal Basri: Tahun Depan Lebih Baik Lagi

"Ini yang mendorong bahwa kita akan lebih baik di tahun 2018. Kondisi dalam negeri semuanya bagus. Likuiditas cukup kuat, permodalan perbankan kuat 23% cenderung meningkat terus setiap tahun," jelasnya.

Belum lagi pasar modal yang pertumbuhannya cukup tinggi pada tahun ini. Bahkan beberapa kali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang beberapa.kali mencetak rekor secara berturut-turut.

"Juga pasar modal cukup antusias pertumbuhannya tahun ini cukup tinggi, sehingga ini sudah hampir Rp200 triliun. Sampai bulan terakhir dan ini kita akan tetap naik sampai Rp 222 triliun sampai akhir Desember. Ini luar biasa, ini sudah melampaui dari target kita yang sebelumnya," jelasnya.

Baca juga: Ekonomi Dunia Membaik, Faisal Basri : Enggak Langsung Terasa di Asean Khususnya Indonesia

Untuk lebih meningkatkan perekonomian pada tahun depan, Indonesia bisa berharap agar ekonomi Tiongkok bisa tumbuh lebih tinggi. Karena menurutnya jika tumbuh lebih tinggi, maka Indonesia bisa mengimpor barang-barang unggulan ke Tiongkok.

"China juga kita harapkan pertumbuhan yang meningkat. Ini yang lebih positif karena kalau mereka tumbuhannya tinggi tentunya kan membutuhkan barang-barang impor dari Indonesia, ini akan positif dari kita," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini