Image

TREN BISNIS: Saham Bakrie Telecom Boleh Beredar Lagi hingga Mangga Harum Manis Diserbu di Qatar

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 06:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 13 278 1813457 tren-bisnis-saham-bakrie-telecom-boleh-beredar-lagi-hingga-mangga-harum-manis-diserbu-di-qatar-a1hOu5ejA8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Saham PT Bakrie Telecom akhirnya diperjualkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah otoritas BEI melakukan suspensi selama 12 hari. Pencabutan suspensi ini dilakukan setelah PT Bakrie Telecom melakukan pemenuhan atas kewajiban Anual Listing Fee (ALF).

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik tidak akan mengakibatkan kenaikan tarif. Penyederhanaan golongan itu juga tidak berlaku pada pelanggan rumah tangga penerima subsidi.

Blokade yang terjadi di Qatar oleh negara tetangga awal Juni 2017 menyebabkan kebutuhan pangan, terutama buah-buahan dan sayuran sangat tinggi. Mangga harum manis yang dipasok menggunakan kargo udara langsung diserbu setibanya di Qatar.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

Distop 12 Hari, Kini Saham Bakrie Telecom Kembali Diperdagangkan di BEI

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut kebijakan suspensinya atas saham PT Bakrie Telecom Tbk. Saham berkode emiten BTEL itu akhirnya bisa ditransaksikan setelah sejak tanggal 31 Oktober 2017 diberhentikan sementara.

Menurut Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, pertimbangan pecabutan suspensi tersebut setelah perusahaan milik Keluarga Bakrie ini melakukan pemenuhan atas kebijakan kewajiban Anual Listing Fee (ALF).

"Atas kewajiban atas sanksi yang dikenakan, maka bursa memutuskan utuk mencabut penghentian sementara pedagangan efek PT Bakrie Telecom Tbk di pasar reguler dan pasar tunai mulai tanggal 13 November 2017, sesi pertama perdagangan," demikian pernyataan I Gede Nyoman Yetna dalam keterbukaan informasi, pagi ini.

Sebelumnya, BEI mengenakan denda Rp150 juta karena terlambat memberikan laporan keuangan. Sebenarnya BTEL telah menyampaikan laporan keuangan interim II-2017, namun belum melakukan pembayaran denda SP2 dan SP3.

Golongan Pelanggan Listrik Disederhanakan, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

Pemerintah memastikan rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik, yang saat ini tengah dibahas bersama PT PLN (Persero), tidak akan berakibat kenaikan tarif.

"Penyederhanaan golongan pelanggan tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat, karena tidak akan dikenakan biaya apapun dan besaran tarif per kwh juga tidak akan berubah. Jadi, tarif listrik pelanggan tidak naik," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

Selain itu, menurut dia, penyederhanaan golongan itu tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi.

"Pelanggan 450 Va sebanyak 23 juta rumah tangga dan 900 Va dengan jumlah pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang kini disubsidi pemerintah, tidak mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan RAPBN 2018," ujarnya.

Dadan mengatakan penyederhanaan golongan berlaku bagi pelanggan 900 Va tanpa subsidi, 1.300 Va, 2.200 Va, dan 3.300 Va yang akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 Va. Sementara golongan 4.400 Va hingga 12.600 Va dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 Va, serta golongan 13.000 Va ke atas dayanya akan di-"loss stroom".

Dengan demikian, ke depan, golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya terbagi menjadi tiga yakni subsidi 450 Va dan 900 Va; nonsubsidi 4.400 Va dan 13.000 Va; dan nonsubsidi 13.000 Va ke atas (loss stroom). "Kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan dikenaikan biaya apapun dan tarif per kWh juga tidak naik," kata Dadan.

Pemerintah, lanjutnya, berharap dengan penyederhanaan golongan pelanggan tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia.

"Visi besar pemerintah dalam bidang kelistrikan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97 persen hingga 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik," katanya.

Dadan juga mengatakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan diuntungkan dengan program tersebut dikarenakan selama ini UMKM rata-rata adalah pelanggan 1.300 Va hingga 3.300 Va.

Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Selain itu, program penambahan dan pembangunan pembangkit listrik yang sedang dikerjakan pemerintah juga akan bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

"Selama ini, keterbatasan daya listrik akibat pembatasan golongan mengakibatkan daya listrik lebih banyak dinikmati oleh dunia usaha besar dan pelanggan golongan industri saja," ujarnya.

Dadan menambahkan dengan rencana tersebut, ke depan pemerintah mendorong rumah tangga menggunakan kompor induksi. Kompor induksi atau dikenal sebagai kompor listrik memanfaatkan reaksi magnet dari energi listrik untuk menghasilkan panas. Pemakaian daya kompor induksi itu hanya 300-500 Watt, sehingga biaya per kalori akan lebih rendah dari elpiji tiga kg.

"Pengurangan penggunaan elpiji tiga kg juga akan mengurangi impor dan subsidi elpiji yang saat ini sudah membengkak subsidinya dari Rp7 triliun menjadi Rp20 triliun," katanya.

Menurut Dadan, pembahasan teknis pengaturan penyederhanaan golongan pelanggan dan daya listrik secara detail masih dibahas Kementerian ESDM dan PLN. "Selanjutnya akan disosialisasikan kepada publik sebelum diberlakukan," ujarnya.

Mangga Harum Manis RI Tiba di Qatar, Langsung Diserbu Pembeli

angga harum manis mulai merambah pasar Qatar sejak negara kaya di kawasan Timur Tengah itu diblokade oleh negara tetangganya awal Juni 2017.

"Dengan adanya isolasi, Qatar berupaya mencari pemasok baru termasuk produk buah-buahan dan sayuran," kata Minister Counsellor KBRI Doha B Dharmawan.

Menurut Bukhori M Noor, pengusaha Indonesia pemilik Jakarta Supermarket di Doha mengatakan kebutuhan buah-buahan dan sayuran sangat tinggi dan sepenuhnya dipasok melalui impor termasuk mangga harum manis. Produk itu diimpor dengan menggunakan kargo udara yang setibanya di Qatar, mangga harum manis langsung diserbu pembeli.

Menurut Ketua Indonesian Business Asscociation in Qatar (IBAQ) Nurudin, mangga harum manis merupakan salah satu jenis mangga terbaik Indonesia rasanya manis alami dan aroma yang harum. "Tidak heran bila menjadi salah satu komoditas unggulan dan ditunggu-tunggu sehingga langsung terjual habis," ujarnya.

Selain itu, durian merupakan favorit yang banyak diminati. Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi, mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang pasar di Qatar. Mantan anggota DPR ini memuji peran KWIQ dalam meningkatkan ekspor Indonesia ke Qatar.

Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ) Supermarket diresmikan Juni 2017 yang merupakan bagian dari koperasi milik komunitas diaspora Indonesia.

KWIQ meningkatkan impor buah-buahan dan sayuran dari Indonesia untuk didistribusikan ke berbagai swalayan di Qatar. Selain itu, KWIQ berupaya memenuhi kebutuhan anggotanya dan WNI di Qatar, serta membidik pasar warga ASEAN dan manca negara yang tinggal di Qatar.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini