nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjanjian Jual Beli Gas Jambaran Tiung Biru Disepakati USD7,6/MMBTU selama 30 Tahun

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 13 November 2017 17:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 13 320 1813263 perjanjian-jual-beli-gas-jambaran-tiung-biru-disepakati-usd7-6-mmbtu-selama-30-tahun-HgdOfstZQJ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Selain groundbreaking pembangunan pipa gas Duri-Dumai, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyaksikan penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung Biru dari ExxonMobil ke Pertamina EP Cepu dan penandatanganan perjanjian jual beli dan transportasi gas.

Untuk perjanjian jual beli gas (PJBG) Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru dilakukan antara Pertamina EP Cepu dan PT Pertamina EP, dengan PT Pertamina (Persero).

"Ini harga gasnya flat. Harga sudah disepakati USD7,6 per mmbtu, selama 30 tahun,"ucap Arcandra, di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen ESDM, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Sementara itu, terkait Jambaran-Tiung Biru, mantan Menteri ESDM ini mengatakan pembangunan proyek tersebut telah berjalan yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan di Bojonegoro pada tanggal 25 September 2017 lalu. Gas dari proyek Jambaran-Tiung Biru sebesar 172 MMSCFD akan dialirkan untuk PLN Gresik (100 MMSCFD) dan Industri di Jawa Tengah dan Timur (72 MMSCFD).

"Proyek yang menelan biaya investasi sebesar USD1,547 miliar untuk pengembangan lapangan dan USD515 juta untuk pembangunan pipa ini diperkirakan selesai pada tahun 2021,"ujarnya.

Sedangkan untuk penandatanganan FGTA antara TGI dengan PGN dilakukan, Arcandra menerangkan, ini dalam rangka mendukung penyaluran gas pipa Duri-Dumai. Dengan FGTA tersebut, maka TGI sebagai transporter atau pemilik pipa Grissik-Duri akan mengalirkan gas milik PGN dari titik terima di Grissik, dengan sumber gas dari ConocoPhillips (Blok Corrdidor) dan titik serah di Duri, untuk proyek Duri-Dumai.

"Volume gas yang akan ditransportasikan ramp up hingga 37 MMSCFD, dengan periode mulai Oktober 2018 hingga Desember 2023,"tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini