Image

Dilema, Angkatan Kerja Berbanding Terbalik dengan Digitalisasi

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 13 November 2017, 17:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 13 320 1813270 dilema-angkatan-kerja-berbanding-terbalik-dengan-digitalisasi-jI3jX60Qyt.jpg Ilustrasi Pabrik. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro khawatir, era digital akan meningkatkan angka pengangguran di Indonesia. Pasalnya, banyak pekerja sudah mulai digantikan oleh peralatan otomatis.

Pihaknya pun tengah mengkaji dampak digitalisasi terhadap berkurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Kehadiran era digital diharapakan tidak memperberat tugas pemerintah yang saat ini konsen mengatasi pengangguran.

"Kami harus antisipasi, jangan sampai nanti karena kita masih punya isu pengangguran yang masih 5,5%," kata Bambang di kantornya, Senin (13/11/2017).

Baca Juga: Waduh, Otomatisasi dan Robotisasi Ancam Eksistensi Tenaga Kerja Manusia

Menurutnya, era digital tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan lapangan kerja di sektor ritel, tapi perbankan, dan sektor jasa lainnya pun ikut terpengaruh. Hal ini, dibuktikan dengan subtitusi karyawan perbankan yang banyak dipindahtugaskan.

"Tidak hanya ritel, tapi juga sektor perbankan, dan jasa lain sudah mulai kurangin orang. Akan terjadi masalah pengangguran yang berat apalagi di saat yang bersamaan sekarang kita dapat bonus demografi, di mana penduduk kita usia muda, usia produktif, usianya masih butuh lapangan kerja," terangnya.

Baca Juga: Bahaya! Deindustrialisasi Dini Bisa Sebabkan Pengangguran Makin Banyak

Oleh karena itu, Bambang menilai itu menjadi tugas berat bagi pemerintah lantaran Indonesia dihadapkan pada bonus demografi dan populasi angkatan kerja yang cukup gemuk, namun di sisi lain masuk era digital yang tidak membuat tenaga kerja tersingkir oleh digitalisasi.

"Saat ini kenapa vokasi jadi prioritas karena itu cara kita antisipasi datangnya era digitalisasi karena ada jenis-jenis kerjaan yang tampaknya tidak akan mudah dihadapi gitu aja oleh digital ekonomi," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini