Setelah Ritel, Online Travel Juga Mulai Gerus Bisnis Hotel

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 November 2017 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 470 1813354 setelah-ritel-online-travel-juga-mulai-gerus-bisnis-hotel-OkEuOJSe45.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Berkembangnya teknologi menuju era digital, telah memakan korban beberapa industri. Selain industri ritel yang terkena dampak, kini perhotelan juga mulai terkena dampaknya.

Hal tersebut diakui oleh Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Soekamdani. Menurutnya, era digital mulai menggerus bisnis perhotelan dengan banyak munculnya Online Travel Agency (OTA).

Baca juga: Okupansi Hotel Indonesia Capai 11,7 Juta, Masih Kalah dari Thailand dan Malaysia

Banyaknya masyarakat yang melakukan pemesanan melalui online, memaksa para agent travel meminta keuntungan yang lebih tinggi. Sehingga kondisi ini yang akhirnya menggerus keuntungan para operator hotel.

"Komisi OTA ini besar juga, rangenya bisa antara 20%-30%," ujarnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (13/11/2017).

 Baca juga: Berkembang Pesat, Pengusaha Perhotelan: Tidak Ada yang Bisa Lawan Kita!

Selain itu, keberadaan OTA juga mulai menggerus para pekerja hotel. Pasalnya semua sistem kerja dari otak mulai menggunakan online untuk mengatur sistemnya.

"Sekarang yang jadi masalah OTA seperti robot. Karena semuanya dengan sistem atau online. Di mana semua mengaturnya dengan sistem," jelasnya.

 Baca juga: Tingkat Okupansi Hotel saat Lebaran Diprediksi Capai 90%

Meskipun begitu lanjut Haryadi, tidak semua perkembangan teknologi berdampak buruk terhadap bisnis hotel. Pasalnya, dengan adanya OTA, tingkat occupancy hotel juga terus meningkat.

"Mengenangi masalah digital, sharing ekonomi berapa yang menyedot hotel konvensional. Hal lain yang sedang kami hadapi adalah OTA, di satu sisi online travel ini sangat membantu," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini