Asian Games dan Pertemuan IMF-World Bank Akan Kerek Okupansi Hotel di 2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 13 November 2017 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 13 470 1813372 asian-games-dan-pertemuan-imf-world-bank-akan-kerek-okupansi-hotel-di-2018-5Wuq0NYbaZ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Memasuki akhir tahun, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat akan ada penambahan jumlah kamar hotel pada tahun mendatang. Menurut data PHRI, ada sekitar 55.000 kamar hotel baru yang akan berdiri pada tahun depan.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Soekamdani mengatakan, selain peningkatan jumlah kamar hotel, dirinya juga memprediksi akan ada peningkatan occupancy pada tahun depan. Hal tersebut tidak terlepas dari dua event besar yang akan berlangsung pada tahun depan.

 Baca juga: 2018, Akan Ada 55.000 Kamar Hotel Baru yang Akan Hadir

"Tahun depan akan ada dua event besar yang akan pacu occupancy hotel (Asian Games dan IMF)," ujarnya saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Meskipun begitu lanjut Hariyadi, jika dibandingkan kedua event tersebut, Asian Games yang akan diprediksi menjadi penyumbang occupancy terbesar pada tahun depan. Dengan adanya Asian Games, diperkirakan akan ada peningkatan Occupancy hotel sebesar 15-20% dari hari biasa.

 Baca juga: Setelah Ritel, Online Travel Juga Mulai Gerus Bisnis Hotel

"Kalau yang besar itu lebih ke Asian Games, Kalau ditanya impactnya berapa terus terang kita belum bisa perkirakan. Tapi poinnya saya ambil contoh seperti di Jakarta degan jumlah kamar hampir 60an ribu yang berbintang, kalau dengan mereka datang dan ini sukses mungkin secara agregat kontribusinya sekitar 15-20 % dari yang biasa. Secara overall," jelasnya.

Menurut Hariyadi, pengaruh signifikan Asian Games terhadap peningkatan Occupancy hotel dikarenakan event ini digelar di beberapa daerah. Dari mulai Jakarta, Bandung bahkan hingga Palembang.

 Baca juga: Okupansi Hotel Indonesia Capai 11,7 Juta, Masih Kalah dari Thailand dan Malaysia

Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan event IMF yang hanya berpusat di Bali. Selain itu, jumlah peserta yang hadir pun relatif lebih banyak Asian Games jika dibandingkan dengan IMF.

"(Occupancy meningkat) karena Asian Games terdiri di Jakarta dan Palembang dan jumlah orangnya lebih banyak. Kalau IMF World Bank punya acara di Bali, memang di Bali ramai juga sih, cuma dari segi durasi Asian Games lebih besar," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini