Image

Pikat Turis Asing, Rp20 Miliar Disiapkan untuk Insentif Penerbangan Charter

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 10:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813653 pikat-turis-asing-rp20-miliar-disiapkan-untuk-insentif-penerbangan-charter-HwUdpvdMaN.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memproyeksikan program pemberian insentif bagi penerbangan charter akan menyerap anggaran senilai Rp20 miliar hingga akhir tahun ini.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata Judi Rifajantoro mengatakan, cash incentive oleh Kemenpar pada tahun ini baru efektif mulai Oktober. Dalam waktu tiga bulan (Oktober-Desember), Kemenpar akan mengoptimalkan program ini untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui jalur penerbangan charter.

”Perkiraan kami akan menyerap sekitar Rp20 miliar sampai akhir tahun ini,” kata Judi.

Sebagai informasi, Kemenpar telah mendapat izin dari Kementerian Keuangan untuk memberi cash incentive sebagai bagian dari insentif pemasaran.

Baca Juga: Turun 13,67%, Jumlah Turis Asing September Capai 1,21 Juta Orang

Insentif dihitung per pax karena Kemenpar menyubsidi sekitar USD10-USD25 per satu orang wisman yang didatangkan melalui penerbangan charter. Program ini di sambut baik oleh sejumlah maskapai penyelenggara penerbangan charter. Sekurangnya sudah ada tiga maskapai, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya Air, yang menerbangkan wisman masuk Indonesia dengan pesawat charter.

”Kebanyakan wisman China dengan tujuan ke Denpasar, Manado, dan Bintan,” ujarnya.

Judi menambahkan, tahun depan program ini akan dilanjutkan dan diupayakan dimulai sejak awal tahun sehingga dampaknya lebih besar. ”Harapan kami dengan adanya penerbangan charter ini bisa menambah 1-1,5 juta seat capacity,” tuturnya.

Baca Juga: Dongkrak Kunjungan Wisman Asal China, PT PPI Gandeng BUMN Tiongkok

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, tidak hanya di peruntukkan bagi operator penerbangan charter, insentif juga bisa saja diberikan kepada wholesale dan biro perjalanan wisata yang bisa mendatangkan wisman dengan penerbangan charter.

”Diutamakan rutenya adalah rute baru. Artinya, rute di mana tidak ada penerbangan reguler yang beroperasi dari dan atau ke destinasi itu,” ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini