Image

Ajukan Banding, Indonesia Kembali Kalah di WTO

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813693 ajukan-banding-indonesia-kembali-kalah-di-wto-awU0K3RpW5.jpg Ilustrasi WTO. (Foto: Reuters)

GENEVA - Indonesia harus menerima kekalahan di sidang banding World Trade Organization (WTO). Sebelumnya Indonesia mengajukan banding atas perselisihan dengan Amerika Serikat dan Selandia Baru mengenai pembatasan impor makanan dan hewan termasuk daging sapi dan unggas.

Pemerintah Indonesia berpendapat bahwa pembatasan impor ini didasarkan pada masalah kesehatan dan standar makanan halal, dan juga ditujukan untuk mengatasi surplus sementara di pasar domestik. Pada Desember 2016, sebuah panel adjudicator memandang aturan Indonesia terlalu mengekang ang mengajukan banding.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan bahwa pemerintah akan mempelajari keputusan tersebut sebelum mengurangi pembatasan, yang mencakup produk seperti apel, anggur, kentang, bawang merah, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam dan daging sapi.

"Pemerintah Indonesia akan mempelajari dan melakukan koordinasi internal terkait dengan Appellate Body Report yang baru diedarkan, termasuk implikasinya terhadap peraturan saat ini," jelas dia seperti dilansir dari Reuters, Selasa (14/11/2017).

Baca Juga: Kemendag Siap Banding Atas Putusan WTO

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku siap mengajukan keberatan dengan putusan WTO yang memenangkan gugatan Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru terkait hambatan perdagangan impor untuk makanan hingga daging sapi.

Dalam putusan WTO tersebut, pihak AS dan Selandia Baru memenangkan keluhan untuk 18 hamabatan nontarif di sektor pertanian yang diberlakukan Indonesia sejak 2011. Padahal, kata Enggartiasto, sudah banyak aturan yang telah dilakukan perubahan dalam paket-paket kebijakan yang telah diterbitkan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini