Image

Pengusaha Minta Bebas Pajak Seminggu, Kemenkeu: Layak Dipertimbangkan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 19:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 320 1813991 pengusaha-minta-bebas-pajak-seminggu-kemenkeu-layak-dipertimbangkan-olkmnf8gjo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai usulan pengusaha untuk membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama seminggu bisa dan layak dipertimbangkan.

Adapun permintaan itu dilayangkan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati untuk mendongkrak daya beli dan mendorong konsumsi rumah tangga.

Seperti diketahui, pada kuartal III pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 5,06% dan faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yakni konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,93%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi rumah tangga di kuartal II sebesar 4,95%.

"Perlu kajian. Tapi menurut saya layak (bebas PPN sementara)," ungkap Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal usai melakukan rapat pimpinan (rapim) dengan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Selain itu, dirinya mengatakan memang tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perlu dilakukan kajian apakah betul dengan membebaskan pajak akan mendorong daya beli masyarakat.

"Ya pilihannya apa betul pajak itu jadi keputusan orang beli apa nggak, misal air mineral dibebaskan seminggu ini, harus dicek apakah dengan ini kemudian jadi laku. Cuma enggak bisa buru-buru," jelasnya.

Sementara itu, meski menilai hal tersebut layak namun harus ada pembahasan terlebih dahulu di antara pemerintah. Selain itu harus ada keputusan dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebagai pemegang kebijakan.

"Tapi enggak tahu BKF, karena mengadministrasikannya perlu waktu dan pikiran. Tapi ini layak dipertimbangkan," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini