Image

Sektor Tambang dan Aneka Industri Rontok, IHSG Ditutup Anjlok ke 5.972

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 16:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 278 1814523 sektor-tambang-dan-aneka-industri-rontok-ihsg-ditutup-anjlok-ke-5-972-ysLkckNsNY.jpg Ilustrasi IHSG. (Foto: ShutterStock)

JAKARTA - Pasar saham Indonesia kembali terdampar di zona positif, setelah sepanjang hari ini bergerak fluktuatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 15 poin atau 0,27% menjadi 5.972.

IHSG berakhir dengan 129 saham menguat, 194 saham melemah, dan 131 saham stagnan. Menutup perdagangan, transaksi terjadi mencapai Rp87,04 triliun dari 13,63 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 1,79 poin atau 0,18% ke 991, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,63 poin atau 0,64% ke 723, indeks IDX30 naik 4,16 poin atau 0,77% ke 546 dan indeks MNC36 naik 2,11 poin atau 0,62% ke 342.

Sektor tambang dan aneka industri menjadi biang kerok penuruan IHSG dengan pelemahan lebih dari 1%. Sementara sketor infrastruktur dan keuangan tercatat masih mampu menguat.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp500 atau 10,31% ke Rp5.350, PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) naik Rp11 atau 7,38% ke Rp160, dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) naik Rp8 atau 7,38% ke Rp258.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) turun Rp26 atau 8,67% ke Rp274, saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) turun Rp6 atau 2,75% ke Rp212, dan saham PT Bank MNC Internasional TBk (BABP) turun Rp1 atau 1,92% ke Rp51.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini