Image

Penghapusan Golongan Listrik 1.300-4.400 Va Tunggu Restu Masyarakat

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 10:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814311 penghapusan-golongan-listrik-1-300-4-400-va-tunggu-restu-masyarakat-hMCYmnHQ69.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Penyederhanaan golongan pelanggan tarif listrik akan diputuskan dengan memperhatikan respons masyarakat. Pemerintah bakal melakukan polling melalui media sosial terkait rencana tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menyederhanakan golongan tarif listrik PLN meliputi pelanggan 1.300 volt ampera (va), 2.200 va, dan 3.300 va, dan 4.400 va.

Keempat golongan itu nantinya akan dilebur menjadi satu yakni masuk ke kelompok pelanggan 5.500 va. Awalnya kelompok pelanggan yang akan disederhanakan hanya sampai golong an 4.400 va.

Namun karena struktur tarif antara golongan 4.400 va dan 5.500 va sama yakni Rp1.467 per kWh, maka penggolongannya dinaikkan menjadi 5.500 va.

Baca Juga: Sederhanakan Golongan Pelanggan Listrik, Menteri Jonan: Kita Akan Lakukan Survei Online

Kementerian ESDM memastikan penggolongan pelanggan ini tidak berpengaruh pada tarif listrik karena golongan ini bukan penerima subsidi. Adapun untuk kelompok pelang gan listrik bersubsidi, yakni 450 va dan 900 va tidak mengalami perubahan golongan maupun tarif.

Saat ini tarif subsidi untuk kelompok 450 va adalah Rp415 per kWh, dan 900 va Rp586 per kWh. Sementara tarif 900 va nonsubsidi Rp1.352 per kWh.

Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan tidak ada paksaan bagi kelompok rumah tangga untuk meningkatkan daya listrik dalam program penyederhanaan kelas golongan pelanggan.

Menurut Jonan, saat ini kondisi kapasitas pasokan listrik yang terus bertambah, tapi penggunaannya tidak. Karena itu, Jonan memper tanyakan penyerapan listrik tersebut. Menurutnya, peningkatan konsumsi listrik tidak bisa apabila hanya mengandalkan sektor industri.

“Jumlah kapasitas daya listrik akan naik terus. Sekarang naiknya belum seberapa, tapi nanti 2019, 2020, 2021, dan 2025 akan ada tambahan 40.000 mw (megawatt). Jadi dari 35.000 mw program pemerintah sekarang tambah yang eks-FTP (Fast Track Program) I-II yang diselesaikan,” paparnya.

Baca Juga: Pelanggan 900 Va didorong "Naik Kelas" 1.300 Va

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, terkait rencana penyederhanaan penggolongan pelanggan listrik, pemerintah bersama PLN akan melakukan polling langsung kepada masyarakat melalui media sosial seperti Twitter.

“Tentunya kalau masyarakat tidak setuju kebijakan ini tidak perlu dijalankan,” tandasnya di Jakarta kemarin.

Dadan menambahkan, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi supaya program tersebut dapat dimengerti man faatnya oleh masyarakat.

Di sisi lain, rencana pengelompokan pelanggan menjadi satu golongan diharapkan dapat memacu produktivitas pelaku usaha kecil dan menengah. Pasalnya, para pelanggan yang tadinya memiliki listrik terbatas akan dinaikkan dayanya secara cuma-cuma.

Pemerintah juga memastikan penyederhanaan golongan pelanggan listrik akan membuat pemakaian listrik lebih optimal. Hal itu lantaran berapa pun daya listrik yang dipakai pelanggan dipastikan tidak turun daya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, untuk menjalankan program penyederhana an golongan listrik tersebut, perseroan akan menyiapkan anggaran agar tidak membebani konsumen.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk mengganti Mini Circuit Breaker (MCB) atau meteran bagi pelanggan ru mah tangga yang ada pen am bahan daya akibat penyederhanaan golongan. Semua pergantian MCB tersebut akan ditanggung oleh PLN.

“Petugas juga cukup. Pegawai PLN 140.000 dan kontrak itu 80.000. Bertahap nanti sampai Juni 2018,” ujarnya.

Sofyan juga mengatakan pemerintah bersama PLN berupaya agar masyarakat tidak dikenakan biaya untuk penambahan daya listrik dalam penyederhanaan golongan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini