Image

Raih Kucuran Dana dari JICA, Sri Mulyani Berharap Pelabuhan Patimban Bisa Soft Opening Maret 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 16:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814515 raih-kucuran-dana-dari-jica-sri-mulyani-berharap-pelabuhan-patimban-bisa-soft-opening-maret-2019-nbc9VrEgm1.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman dari Japan International Coorporation Agency (JICA) untuk proyek pembangunan pelabuhan Patimban fase pertama sebesar Rp14,3 triliun. Kucuran pinjaman tersebut tertuang dalam loan agreement yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, Chief Representatif JICA Indonesia Office Naoko Ando yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan kucuran pinjaman tersebut diharapkan pembangunan bisa segera dilaksanakan pada bulan Maret 2018 mendatang. Sehingga, pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang itu bisa segera beroperasi.

"Kita berharap soft opening pelabuhan Patimban bisa dilakukan pada Maret 2019," ujarnya dalam acara penandatanganan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Menurut Sri Mulyani, kehadiran pelabuhan Patimban sangat penting untuk mendukung industri manufaktur di Jawa Barat. Di mana industri manufaktur di beberapa daerah di Jawa barat sangatlah berkembang pesat.

Baca juga: Dapat Pinjaman Rp15,2 Triliun, Sri Mulyani: Suku Bunganya 0,1%

"Ini akan jadi pusat logistik bertaraf internasional terutama untuk mendukung industri manufaktur yang berkembang pesat di daerah Jawa Barat," ucapnya.

Selain itu, pelabuhan Patimban juga diharapkan bisa menjadi alternatif atau back up dari pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah terlalu crowded. Sehingga tidak adalagi halangan terhadap kegiatan logistik.

"Pelabuhan ini (Patimban) juga untuk mem-backup dan menjadi alternatif di wilayah sekitarnya untuk mendukung kegiatan ekonomi. Maka ini juga mampu membiayai kegiatan ekonomi," jelasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan pembangunan pelabuhan Patimban mundur menjadi awal 2018. Hal tersebut dikarenakan beberapa masalah pemindahan lokasi pelabuhan serta pembebasan lahan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini