Image

Penggabungan PT Timah, PTBA dan Antam, "Itu Rencana Lama Kok"

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 18:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814635 penggabungan-pt-timah-ptba-dan-antam-itu-rencana-lama-kok-g9FyhFRwNh.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Antam Tbk akan membahas mengenai pengubahan struktur persero menjadi nonpersero. Hal ini sejalan dengan penggabungan holding tiga perusahaan tambang untuk menjadi holding BUMN Pertambangan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menilai, holding tiga perusahaan tambang ini merupakan langkah bagus dalam rangka menguatkan BUMN. Salah satunya jumlah tambang di Indonesia.

 Baca juga: Antam Cs Tak Lagi Berstatus Persero, Nasibnya Bakal Kayak Indosat?

“Itu bagus aja. Tidak ada masalah. Itu langkah bagus. Kalau kuat bisa menambah tambang di mana-mana. Itu rencana lama kok,” ujar Said kepada Okezone, Rabu (15/11/2017).

Said juga mengatakan kelanjutan dari perubahan status ketiga perusahaan BUMN tersebut tidak ada masalah, “Tidak ada problem biasa saja. Itu hanya pengalihan kepemilikan saja,” jelas Said.

 Baca juga: Siapkan Holding BUMN Tambang, 65% Saham Antam Bakal Beralih ke Inalum

Sebelumnya, Guna memuluskan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang, pemerintah akan segera mengalihkan kepemilikan saham seri B pada tiga perusahaan tambang BUMN kepada PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero).

Tiga perusahaan tambang yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Baca juga: Antam, Bukit Asam dan Timah Ingin Lepas dari BUMN, Bos BEI Minta Digelar Tender Offer

Ketiganya bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara bersamaan pada 29 November 2017 dengan agenda perubahan kepemilikan saham di perseroan sehubungan dengan Peraturan Pemerintah mengenai penambahan penyertaan modal negara (PNM) ke dalam modal saham PT Inalum yang mengakibatkan berubahnya status perseroan menjadi non persero.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini