Share

Menteri Bambang: Perubahan Iklim Jadi Fokus RPJMN 2020-2024

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 November 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 320 1816979 menteri-bambang-perubahan-iklim-jadi-fokus-rpjmn-2020-2024-r2fyoMFze2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mengatasi dampak perubahan iklim dan emisi karbon melalui berbagai kebijakan.

Salah satunya adalah integrasi Rencana Aksi Nasional-Adaptasi Perubahan Iklim (RANAPI) ke dalam rencana pembangunan nasional program lintas sektoral Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

”Implementasi RAN-API melibatkan 17 kementerian teknis terkait ketahanan ekonomi, sistem kehidupan, ekosistem, wilayah khusus, dan sistem pendukung. Analisis atas risiko iklim dan rencana aksi untuk adaptasi telah dilakukan di 15 daerah uji coba yang ditetapkan dalam RAN-API dengan melibatkan mitra pembangunan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam keterangan tertulisnya saat memberikan pidato kunci dalam rangkaian acara The 23rd Conference of the Parties (COP 23) to The UN Convention on Climate Change (UNFCCC) dengan tema ”Building Up Scientific Enhance The Effectiveness and Efficiency of Adaptation Planning and Its Action di Bonn, Jerman.

Bambang menjelaskan, dalam rangka memperkuat implementasi adaptasi perubahan iklim, Pemerintah Indonesia sedang meninjau ulang RANAPI untuk mempertajam proyeksi iklim dan dampak potensialnya pada tahun 2045 sekaligus menilai risiko dan dampak perubahan iklim.

”Ini dapat digunakan sebagai acuan untuk persiapan Perencanaan Pembangunan Nasional Jangka Menengah berikutnya (RPJMN 2020-2024) baik dengan pendekatan regional maupun sektoral. Proses untuk memperbarui proyeksi iklim berskala nasional didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai penyedia data iklim yang akurat,” papar dia.

Dalam proses kaji ulang RAN-API, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengembangkan Indeks Ketahanan Nasional yang berguna untuk mengukur status pelaksanaan rencana adaptasi. Indeks Ketahanan Nasional juga penting sebagai dasar penyusunan rencana adaptasi pada masa depan. Dia mengatakan, dengan mempertimbangkan upaya tersebut, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperkuat strategi dan kebijakan makrosektoral dan spasial, sebagaimana tercermin dalam rencana program ketahanan dari kementerian sektoral.

Selain itu, Pemerintah Daerah akan terus didorong untuk mengembangkan strategi adaptasi perubahan iklim yang lebih akurat dan mudah yang disesuaikan karakteristik masing-masing daerah.

”Perbaikan dan penyempurnaan kebijakan dan implementasi adaptasi perubahan iklim tidak hanya menjadi tugas satu negara, tapi juga memerlukan koordinasi dan keterlibatan yang baik dari semua elemen pembangunan, baik di tingkat nasional dan internasional, dan perlu didukung semua pihak, termasuk sektor swasta dan publik,” papar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini