Image

LPS Tahan Suku Bunga Penjaminan Bank Umum di 5,75%

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 20 November 2017 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 20 320 1817004 lps-tahan-suku-bunga-penjaminan-bank-umum-di-5-75-GnBIipl4N6.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam rupiah di bank perkreditan rakyat (BPR).

Tingkat bunga penjaminan untuk periode 3 November 2017 sam pai dengan 15 Januari 2018 tidak mengalami perubahan dengan perincian sebagai berikut. Untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan BPR tetap di level masing-masing 5,75% dan 8,25%. Sementara tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam valas di bank umum tetap di level 0,75%.

“Tingkat bunga penjaminan yang dimaksud di atas dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark LPS,” ujar Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho di Jakarta.

Di sisi lain Samsu mengungkapkan, asesmen terhadap kondisi likuiditas perbankan yang memadai dan stabilitas sistem keuangan secara umum juga berada dalam kondisi yang cukup baik. Sesuai dengan ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan sim panan, simpanan nasabah di maksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal itu, lanjut Samsu, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan infor masi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui nasabah penyimpan. Sejalan dengan tu juan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

“Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan,” imbuhnya.

Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini