nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahaya, Jika Harga Gas Industri di Bawah USD6 per Mmbtu

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 13:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 21 320 1817767 bahaya-jika-harga-gas-industri-di-bawah-usd6-per-mmbtu-rScgL8CaoK.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sebenarnya telah menurunkan harga gas bagi industri dikisaran USD6 per mmbtu. Namun dinilai belum kompetitif, karena harga gas industri di negara lain mencapai USD3 per mmbtu.

Harapan industri bisa mendapat harga gas ideal tersebut nyatanya sulit. Pasalnya ada pertimbangan bahwa keberlangsungan industri hulu yang telah dipotong biaya gasnya tetap harus dijaga.

Baca juga: Diresmikan Arcandra Tahar, Proyek Pipa Gas Duri-Dumai Akhirnya Dimulai

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan, ESDM sudah mencoba menurunkan harga gas yang ada di hulu. Jika terlalu rendah maka bisa membunuh bisnis gas yang ada di hulu.

"Kita harus seimbangkan antara hulu dan hilir. Kita tidak bisa mendorong lebih,"tuturnya, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

 Baca juga: Groundbreaking Pipa Gas Duri-Dumai, Bukti Sulitnya Sinergi PGN dan Pertamina

Jika harga gas untuk industri terus ditekan, Arcandra mengatakan, ini bisa mempengaruhi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun lebih jelasnya, ini domain di Kementerian Keuangan.

"Banyak pertanyaan ke saya, padahal bukan domain ESDM. Bahwa turunkan harga gas, maka komponen yang turun bagian pemerintah, PNBP atau pajak. Itu memotong porsi revenue ke negara. Tapi ini domain Kemenkeu,"ujarnya.

 Baca juga: PGN Rangkul 4 BUMN, Bangun Pipa Gas di Tol Pekanbaru-Dumai

Oleh karena itu jika harga gas di hulu diminta USD3 per mmbtu sepertinya akan sulit. Pasalnya, banyak dampak multiplier efeknya.

"Kita paham butuh harga gas rendah, tapi jika kita dorong harga rendah dan mendapatkan benefit tapi akan memukul industri hulu,"tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini