nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Agen Hotel Online Airbnb Buat Pengusaha Merasa Terancam

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 23 470 1819354 agen-hotel-online-airbnb-buat-pengusaha-merasa-terancam-LPOPqOyuVJ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan kemunculan hotel berbasis digital atau hotel online agent seperti Airbnb. Pasalnya semakin hari kemunculannya semakin marak diberbagai daerah.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, kemunculan Airbnb lebih mengancam jika dibandingkan bisnis hotel yang mulai bermunculan. Karena bisnis ini sangat sulit terdeteksi keberadaannya.

Selain itu, dalam pelayanannya Airbnb menawarkan pengalaman unik jarena pelanggan bisa menginap di rumah, apartemen, hingga tawaran menginap di tempat unik lainnya. Selain itu, konsep yang ditawarkan oleh Airbnb sendiri merupakan sharing ekonomi. Dimana semua orang bisa menyewakan kamarnya melalui situs Airbnb.

"Airbnb ini adalah menggunakan kapasitas berlebih dari masyarakat. Jadi misalnya ada masyarakat yang mempunyai rumah berlebih enggak terpaksa atau apartement enggak terpakai bisa mereka jual kesitu, itu susah dikendalikan," ujarnya saat ditemui dalam acara Indonesian Hotel Week Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

 Baca Juga: Pengusaha Hotel Bantah Ada Pergeseran Pola Konsumsi Menuju Leasure

Selain itu, Hariyadi juga mengklaim jika Airbnb maupun rumah yang disewakan tidak membayar pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Padahal sesuai dengan regulasi jika bisnis hotel harus membayar Pajak Penghasilan Badan (PPh26).

"Saya yakin mereka (Airbnb) juga enggak lapor juga tuh pajaknya. Orang dia menyewakan ruangannya kan," jelasnya.

 Baca Juga: Lahan Berlimpah, Pengusaha Ingin Pemerintah Atur Pembangunan Hotel di Indonesia

Menurut Hariyadi, pemerintah harus segera mengatur mengenai keberadaan dari Airbnb. Hal itu demi keberlangsungan bisnis hotel yang lebih sehat.

"Sebetulnya sharing ekonomi itu enggak ada masalah sepanjang itu dilakukan regulasinya fair. Seperti  taksi juga kan begitu. Taksi konvensional kan marah-marah karena merasa wah saya tuh mengikuti regulasi yang begitu tepat tiba-tiba ada sharing ekonomi yang tidak aturan sama sekali. Di hotel juga seperti itu," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini