Pangeran Arab Ditangkap, Saham Pengembang Burj Khalifa Anjlok 5%

Anisa Anindita, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 24 278 1819909 pangeran-arab-ditangkap-saham-pengembang-burj-khalifa-anjlok-5-2HXRvZFdWZ.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

DUBAI - Saham Emaar Development, developer yang membangun bangunan tertinggi Burj Khalifa turun 5% sejak membuka perdagangan Rabu lalu. Hal ini dikarenakan investor gelisah atas ketidakstabilan regional yang mempengaruhi pasar real estate.

IPO terbesar di Dubai pada tahun ini mengumpulkan USD1,3 miliar ketika saham listing pada 2 November.

Namun, kejutan dari negara tetangga, yaitu Arab Saudi di mana komisi anti korupsinya menangkap puluhan pangeran Arab dan pejabat. Tak luput juga para pengusaha, yang salah satunya investor global Pangeran Alwaleed bin Talal.

Pasar saham Dubai yang merupakan bursa paling aktif di kawasan teluk tersebut membukukan kerugian selama empat hari berturut-turut setelah penangkapan tersebut dan telah turun sekira 5% dari awal november.

"Meski fundamental perusahaan tetap solid, ketidakpastian geopolitik regional menyebabkan sentimen investor lemah terhadap pasar saham UEA pada umumnya," kata Managing Director Manajemen Aset Menacorp Tariq Qaqish, di Dubai.

"Waktu IPO tidak mendukung Emaar Development," tambahnya.

Perusahaan induk pengembang - Emaar Properties - juga sahamnya turun 5% sejak awal bulan ini, meski memiliki pendapatan yang kuat.

Emaar Properties, yang mengelola Dubai mal-mal yang paling banyak miliki pengunjung di dunia - dan juga 17 hotel, melaporkan laba bersih kuartal ketiga sebesar 1,51 miliar dirham (USD411 juta), naik 32% dari periode yang sama tahun lalu.

Meskipun memiliki jumlah yang besar, namun beberapa ahli memperingatkan adanya risiko sebuah "gelembung" di real estate Dubai.

JLL, konsultan real estate dan firma investasi, telah memberikan sinyali meningkatnya bahaya "kelebihan pasokan potensial" karena pengembang merencanakan proyek masa depan berdasarkan penjualan yang tercapai dengan menawarkan insentif finansial.

"Istilah pembayaran murah hati dan periode sewa yang terjamin, meski menarik bagi investor, bisa menghasilkan gelembung real estate masa depan," katanya dalam sebuah laporan bulan lalu.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini