Image

Masuki Musim Tanam, Distribusi Pupuk Bersubsidi Diawasi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017, 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 24 320 1820146 masuki-musim-tanam-distribusi-pupuk-bersubsidi-diawasi-m4T6QZIJdz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperketat pengawasan terhadap proses distribusi pupuk bersubsidi selama periode musim tanam. Dengan memonitor ketersediaan stok pada gudang distributor untuk mencegah terjadinya kekurangan pupuk subsidi dalam menghadapi musim tanam.

“Kami terus meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi untuk mencegah kekurangan stok. Sekaligus untuk memastikan penyaluran pupuk betul-betul sampai ke petani,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Kualitas sistem monitoring saat ini terus ditingkatkan supaya lebih memudahkan dalam mengetahui ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah di tanah air. Hingga 21 November 2017 stok pupuk nasional di lini III-IV Urea sebesar 438.098 ton, stok NPK sebesar 290.030 ton, stok SP-36 sebesar 134.638 ton, ZA sebesar 70.125 ton dan organik sebesar 52.348 ton.

 Baca Juga: Mantap! Pemerintah Siapkan Payung Hukum untuk Kartu Tani

Aas melanjutkan, sampai dengan 17 November 2017 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk untuk sektor tanaman pangan secara nasional sebesar 7.721.789 ton. Rincian penyaluran tersebut untuk Urea sebesar 3.409.704 ton, NPK sebesar 2.141.612 ton, SP-36 sebesar 735.442 ton, ZA sebesar 859.481 ton dan Organik sebesar 575.551 ton.

Untuk Provinsi Sulawesi Selatan, sampai dengan 17 November 2017, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 264.601 ton dari alokasi 2017 sebesar 298.684 ton, NPK 109.372 ton, SP-36 sebesar 42.762 ton, ZA sebesar 56.055 ton dan Organik sebesar 10.109 ton.

Untuk memperlancar pendistribusian, Pupuk Indonesia saat ini diperkuat oleh 1.286 distributor dan 39.825 kios yang tersebar di Indonesia,

"Kami juga memperkuat jaringan kios dan distributor untuk mendekatkan produk kami kepada petani,” katanya

Baca Juga: Minta Subsidi Pupuk Dikaji Ulang, IPB: Lebih Baik Digunakan untuk Infrastruktur Pertanian!

Selain itu, dalam mengamankan pendistribusian pupuk bersubsidi dan mengantisipasi terjadinya kelangkaan di tingkat petani, Pupuk Indonesia telah menugaskan PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik untuk menyiapkan stok diatas ketentuan.

“Pupuk Indonesia menyiapkan stok musim tanam untuk kebutuhan 5-6 minggu ke depan," tuturnya.

Dalam pemenuhan kebutuhan pupuk menghadapi musim tanam, Aas berpesan kepada distributor dan pengecer untuk memperhatikan dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku

“Distributor dan pengecer harus memenuhi kebutuhan pupuk di masa tanam secara tepat dan benar," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini