nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Integrasikan Sektor Hulu dan Hilir Gas, PGN Andalkan 360 Degree Integrated Solution

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 28 November 2017 18:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 28 320 1822092 integrasikan-sektor-hulu-dan-hilir-gas-pgn-andalkan-360-degree-integrated-solution-A675kjId7a.jpg (Foto: Ant)

JAKARTA - Setiap perusahaan harus memiliki strategi untuk memenangkan persaingan atau kompetisi yang semakin ketat. Bukan hanya itu, strategi juga diperlukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melayani masyarakat dengan baik.

Karena itu, salah satu strategi yang dicanangkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ini memang patut diacungkan jempol, yakni program Solusi 360 Derajat atau 360 Degree Integrated Solution.

Dalam buku ChaNgE! yang ditulis Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Prof Rhenald Kasali Phd pada 2005, mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Robby Djohan, yang telah wafat pada 13 Mei 2016 memberikan kata pengantarnya.

"Perubahan adalah bagian yang penting dari manajemen dan setiap pemimpin diukur keberhasilannya dari kemampuannya memprediksi perubahan dan menjadikan perubahan tersebut suatu potensi," tulis Robby dalam buku tersebut.

Tak salah memang, jika manajemen PGN berfikir secara "terintegrasi" tentang memaksimalkan bisnis perusahaan pengelola gas bumi ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi adalah pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Integrasi juga bermakna penggabungan aktivitas, program, atau komponen perangkat keras yang berbeda ke dalam satu unit fungsional.

Integrasi ini tampaknya yang disasar oleh PGN ke depan. Program 360 Degree Integrated Solution akan membuat emiten yang tercatat dengan kode saham PGAS di bursa efek ini menjadi kian kokoh dan terintegrasi sebagai pemain utama di bisnis gas, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Kalau sekarang ditanya bisnis dan layanan apa terkait gas yang tidak dimiliki oleh PGN sekarang, pasti orang akan mengernyitkan dahi lalu menggelengkan kepalanya.

Di sisi hulu, PGN memiliki anak usaha PT Saka Energi Indonesia yang sudah merangsek ke sejumlah blok minyak dan gas (migas). Mulai dalam negeri hingga yang luar negeri. Dari yang sudah berproduksi hingga yang masih eksplorasi.

Di mana blok gas yang sudah produksi antara lain Bengkanai PSC, Muara Bakau PSC, Pangkah PSC, Ketapang PSC, Sumatera Tenggara PSC, Sanga-Sanga PSC dan Muriah PSC. Sementara blok yang tengah dalam tahap eksplorasi adalah Selulu Selatan PSC, Bangkanai Barat PSC dan Wokam II PSC. Tak cuma itu, Saka Energi juga menggarap Blok Fasken yang berada di Texas, Amerika Serikat (AS) dan sudah produksi.

Tahun ini, Saka menargetkan produksi migasnya sebanyak 57.000 barrel oil equivalent per day (boepd). Pada 2018, produksinya diproyeksi bisa tumbuh 10% menjadi sekira 62.700 boepd.

Soal pipa gas, BUMN ini telah menambah sepanjang 175 kilometer (km) pada kuartal III-2017. Alhasil, total pipa gas PGN mencapai lebih dari 7.450 km, atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional.

"Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN sehingga tidak membebani negara. PGN juga terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan tertulisnya, Senin 30 Oktober 2017.

Walau sudah memiliki pipa gas sepanjang itu, tampaknya PGN belum puas. Rachmat menyebutkan, perseroan juga tengah menggarap proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km, pegembangan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau, lalu pengembangan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km dan yang terakhir proses pembangunan jaringan pipa distribusi gas bumi di Pasuruan, Mojokerto.


Baca juga:

Proyek Pipa Distribusi Gas Bumi Dumai 56 Km Ditargetkan Selesai 2018

Habiskan Rp1 Triliun, Proyek Transmisi Duri-Dumai Groundbreaking Awal November


Peran PGN pun kian terasa dengan adanya program jaringan gas kota (jargas). Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2461 K/12/MEM/2017, PGN akan menyediakan jargas di 8 lokasi.

Antara lain di Rumah Susun di wilayah Jabodetabek sebanyak 5.234 sambungan rumah tangga (SR), Kabupaten Bogor sebanyak 4.000 SR, Kota Cirebon sebanyak 4.000 SR, Kota Surabaya sebanyak 2.900 SR, Kota Tarakan sebanyak 3.366 SR, Kabupaten Sorong sebanyak 3.898 SR, Kabupaten Blora sebanyak 4.000 SR, dan Kota Semarang sebanyak 4.000 SR. Sehingga total jargas yang dioperasikan PGN sebanyak 31.398 SR.

Manfaat yang paling terasa dari penggunaan jargas ini adalah harga lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji. "Perbandingannya bisa lebih murah hingga 50%," kata Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto, Kamis 10 Agustus 2017.

Penggunaan jargas, kata dia, lebih murah karena tanpa melalui proses mengingat gas bumi diambil langsung dari sumbernya dan dialirkan secara terus menerus. Dia mencontohkan elpiji bersubsidi dalam tabung 3 kg harganya saat ini mencapai sekitar Rp6.000 per kilogram (kg), sedangkan menggunakan jargas hanya Rp3.000 per kg.

Tidak berhenti di situ, mengikuti dinamika perkembangan teknologi, PGN meluncurkan aplikasi PGN Mobile. Dengan aplikasi ini, konsumen dapat mengakses informasi seputar tagihan pemakaian gas.

“Kami mengharapkan seluruh pelanggan PGN dapat memanfaatkan aplikasi ini karena akan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan informasi seputar PGN, termasuk untuk calon pelanggan yang berminat untuk berlangganan gas PGN,” kata Division Head Corporate Communication PGN, Desy Anggia di Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Dengan PGN Mobile, pelanggan bisa mendapat informasi produk perseroan yang lain. PGN Mobile juga membantu pengguna mengetahui titik-titik lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Bumi (SPBG).

Manfaat lain aplikasi ini adalah masyarakat bisa mendaftar menjadi pelanggan baru. Caranya, calon pelanggan mengisi formulir yang tersedia dalam aplikasi tersebut. PGN Mobile dapat diunduh di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store bagi konsumen IOS.

Melalui program 360 Degree Integrated Solution, PGN melakukan inovasi dengan memasok gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk usaha kecil menengah (UKM). Salah satu usaha yang turut merasakan manfaat gas bumi PGN adalah Bogor Laundry. UKM yang berdiri sejak awal 2010 ini sejak beberapa bulan terakhir sudah bermigrasi ke gas PGN.

"Awalnya kami menggunakan LPG (Liquified Petroleum Gas) untuk operasional, tetapi karena pasokan tidak stabil dan harga tidak bersahabat, makanya kami berpikir untuk migrasi ke gas alam," kata Pemilik Bogor Laundry, Sri Derin Salihah, Kamis 12 Oktober 2017.

Sri mengatakan, keputusan untuk beralih dari LPG ke gas bumi ia lakukan pada Agustus 2017 lalu. Namun, karena tidak ada jalur pipa gas, PGN menawarkan agar usahanya menggunakan gas bumi dalam bentuk CNG.

Pemanfaatan CNG di Bogor Laundry digunakan untuk seluruh kegiatan operasional. "Operasional kami 100% menggunakan CNG PGN. Untuk nyuci, untuk setrika, untuk mengeringkan, jadi boiler laundry tenaganya berasal dari CNG," kata Sri.

Sri menambahkan, menggunakan CNG dari PGN memberikan manfaat yang sangat besar untuk bisnis laundrynya. Selain pasokan terjamin, CNG juga murah. Ia mengatakan, saat masih menggunakan LPG setiap bulannya Sri harus mengeluarkan uang sekitar Rp27 juta-Rp30 juta per bulan. "Sejak pakai CNG, pembayarannya sekitar Rp 20 juta," ujar Sri.

PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.930 pelanggan komersial, dan 204.000 pelanggan rumah tangga. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

Di sisi lain, PGN juga berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang moncer. Perseroan meraup laba bersih sebesar USD97,9 juta atau Rp1,30 triliun (kurs rata-rata Rp13.329 per USD) di kuartal III-2017. Sementara, pendapatan yang dicatatkan sebesar USD2,16 miliar yang relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,15 miliar.

Baca juga: Efisiensi, PGN Kantongi Laba Bersih Rp1,3 Triliun di Kuartal III


Seperti diamanatkan Menteri BUMN Rini Soemarno, PGN tampaknya telah berhasil. Baik dari sisi kinerja keuangan yang cemerlang, maupun dari peran serta kontribusi nyata dengan memberikan gas murah untuk masyarakat hingga mendukung UKM untuk tumbuh dan berkembang dengan Program 360 Degree Integrated Solution.

"Ada satu lagi yang saya tekankan betul kepada seluruh pejabat Kementerian BUMN dan direksi BUMN, bahwa fungsi kita bukan hanya mencatat keuntungan dan meningkatkan aset, tapi bagaimana kita juga bisa berkontribusi secara nyata dan terlihat kepada masyarakat," kata Rini saat pelantikan pejabat Kementerian BUMN, Jumat 7 Juli 2017.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini