nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Tolak Wacana Ekspor Log dan Rotan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 29 320 1822483 pengusaha-tolak-wacana-ekspor-log-dan-rotan-zO7vP02m65.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menolak wacana pembukaan moratorium ekspor bahan baku kayu gelondongan (log) dan rotan.

Jika rencana tersebut di lakukan, berpotensi menggerus permintaan ekspor mebel dan kerajinan dan merusak iklim industri dalam negeri. ”Munculnya wacana saja sudah banyak potensi pindahnya permintaan produk mebel dan kerajinan ke negara lain,” ujar Ke tua Umum HIMKI Soenoto di Jakarta.

Baca Juga: Simak! Kalah Jauh dari Vietnam, Begini Cara RI Kejar Ketinggalan Ekspor Mebel

Soenoto mengungkapkan, sejak muncul wacana dibuka kembali keran ekspor log dan bahan baku rotan, sentimen negatif pada industri mebel dan kerajinan mulai bermunculan. Negara tujuan ekspor mulai meragukan stabilitas produksi mebel dan kerajinan domestik sehingga mulai memikirkan untuk beralih ke negara kompetitor.

”Industri mebel dan kerajinan membutuhkan jaminan pasokan bahan baku dalam jangka panjang dan lestari,” katanya. Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal HIMKI Abdul Sobur mengatakan, adanya desakan dibukanya keran ekspor log dan bahan baku rotan menimbulkan keresahan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang barang jadi.

Baca Juga: Wih, Pameran Mebel Internasional Bidik Nilai Transaksi USD1 Miliar

Ini mengingat bahan baku kayu dan rotan yang ada di Indonesia sangat dibutuhkan oleh para pelaku industri di dalam negeri. ”Bahkan, saat ini sudah semakin sulit mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Dengan demikian, apabila keran ekspor bahan baku dibuka akan terjadi penurunan daya saing industri di dalam negeri,” kata Abdul Sobur.

Menurut Abdul Sobur, adanya wacana ekspor log merupakan langkah mundur mengingat pemerintah telah menggalakkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan dampak berganda (multiplier effect). Ekspor log dan bahan baku rotan akan menguntungkan sebagian kecil pelaku usaha di sektor kehutanan.

Tetapi banyak pelaku usaha yang nilai ekspornya tinggi akan kekurangan bahan baku. ”Kebijakan pembukaan keran ekspor log dan rotan juga akan menguntungkan negara-negara importir yang telah lama menunggu kebijakan itu untuk memenuhi pasokan bahan baku industri mereka,” kata Abdul Sobur. Pada akhir 2011 pemerintah memberlakukan kebijakan larangan ekspor bahan baku rotan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini