Ekspansi Besar-besaran, PTBA Anggarkan Capex Rp5 Triliun

Trio Hamdani, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 29 320 1822787 ekspansi-besar-besaran-ptba-anggarkan-capex-rp5-triliun-Wa47dLERAl.jpg Ilustrasi Tambang. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin memproyeksikan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun depan sekira Rp4 triliun-Rp5 triliun.

"Sesuai yang saya katakan, tahun depan ada beberapa ekspansi, tentunya ini memerlukan capex yang besar. Perkiraan kebutuhan capex kan enggak mungkin dalam satu tahun. Tapi untuk tahun depan sekitar Rp4 triliun-Rp5 triliun," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Kebutuhan capex untuk ekspansi ini, salah satunya diperuntukkan proyek PLTU. Untuk proyek tahun depan sudah ada yang sampai tahap Power Purchase Agreement (PPA) atau perjanjian jual belinya sudah ditandatangani minggu lalu dengan kapasitas 2x660 megawatt (Mw).

Baca Juga: Dinilai Strategis, Holding BUMN Tambang Kuasai Bisnis Hulu hingga Hilir

Kemudian, pihaknya akan ekspansi dengan menyinergikan diri bersama PT Antam Tbk dalam hal pembangunan PLTU untuk kebutuhan smelter milik Antam di Halmahera, Maluku Utara.

Selain itu juga ada beberapa ekspansi lainnya terkait dengan PLTU. Hal tersebut tentunya juga berpengaruh terhadap market batubara Bukit Asam. Ditambah, ada proyek pembangkit listrik 35.000 mw, membuat kebutuhan batubara meningkatkan.

"Untuk market, kalau batu bara kan memang sebagai salah satu sumber bahan dasar pembangkit listrik. Kita tahu sendiri PLN sedang serius mengembangkan 35.000 mw dan awal tahun depan sebagian sudah mulai COD (Commercial Operation Date/operasi komersial)," paparnya.

Baca Juga: Kuasai Saham Freeport, Aset Holding BUMN Tambang Bisa Tembus Rp200 Triliun

Lanjut dia, antar BUMN pun sudah membuat langkah-langkah sinergi dengan PTBA guna memenuhi kebutuhan batubara PLN di masa mendatang. "Itu market domestiknya yang mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kesepakatan dengan PLN untuk bisa memenuhi PLN terhadap batu bara ini," sebutnya.

"Kedua, market internasional itu sangat tergantung kondisi makro ekonomi dunia. Tidak ada satu pun yang bisa perkirakan pasar batubara ke depan. Tapi sebagai gambaran kita lihat dari awal tahun kemarin posisi harga batubara indeks relatif membaik. Akhir ini relatif stagnan dan tidak mengalami penurunan," tandas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini