nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani ke Robert Pakpahan: Tugas Berat Kumpulkan Penerimaan Pajak dalam Sebulan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 21:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 20 1823402 sri-mulyani-ke-robert-pakpahan-tugas-berat-kumpulkan-penerimaan-pajak-dalam-sebulan-WYm3d2Xgwa.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara resmi telah melantik Robert Pakpahan menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak baru menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang mengakhiri masa bakti hari ini. Dalam pelantikan ini Sri Mulyani mengatakan kepada Robert bahwa tugas menjadi Dirjen Pajak tidaklah mudah. Banyak tugas yang menanti Robert terutama hingga akhir tahun ini.

Menurutnya, sampai akhir tahun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki tugas untuk memaksimalkan penerimaan pajak. Selain itu dirinya juga harus bisa mengarahkan dan membimbing serta bekerjasama dengan sekitar 40 ribu karyawannya untuk mengumpulkan target pajak sebesar Rp1.283,6 triliun di 2017.

Baca Juga: Pelantikan Dirjen Pajak Robert Pakpahan, Pejabat-Pejabat Datangi Kemenkeu

"Saya sampaikan kepada Pak Robert, walau ini tinggal sebulan, tugas sebagai pemimpin Dirjen Pajak yaitu untuk kumpulkan penerimaan pajak dalam sebulan terakhir 2017 adalah tugas yang sangat berat. Saya tahu ini adalah suatu peranan yang kalau dibandingkan dengan jabatan pak Robert sebelumnya ini jauh lebih berat, sekarang harus kumpulkan rupiah. Maka dibutuhkan suatu kesiapan mental maupun secara fisik untuk terus bisa laksanakan tugas tersebut," ungkapnya di kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Selain itu, secara khusus ia menyampaikan agar Robert bisa terus memimpin dengan menerapkan reformasi di bidang pajak baik dari sisi staf dan organisasi serta dari sisi semangat bekerja, kesetiaan, dedikasi, loyalitas dan integritas. Karena ia melihat reformasi perpajakan di bidang pembangunan sistem informasi dan database serta meneruskan upaya untuk memperbarui perundang-undangan yang sedang dan terus dilakukan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Saya mau pak Robert dengan pengalaman sebelum ini yaitu ketua reformasi pada 10 tahun yang lalu bisa memperbaiki bisnis proses di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak," jelasnya.

Baca Juga: Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak, Sri Mulyani: Saya Yakin Anda Bisa!

Selain itu, Sri Mulyani juga ingin Robert melaksanakan tugas dan tanggung jawab pasca tax amnesty. Dalam hal ini, Robert harus jalankan perundang-undangan dalam lingkungan tax amnesty yaitu Peraturan Pemerintah (PP) 36/2017. Selain itu juga harus jalankan dan laksanakan perjanjian internasional di bidang perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI) dengan langkah-langkah agar kredibilitas kompetensi kapasitas dari Direktorat Jenderal Pajak terus ditingkatkan.

"Hal ini akan menunjukkan kemampuan kita di mata masyarakat kita sendiri, wajib pajak, suatu institusi yang bisa disegani, suatu institusi yang dihormati karena memiliki tugas konstitusional yang sangat penting dan satu institusi yang bisa menjalankan amanat negara, membangun kepercayaan wajib pajak yaitu masyarakat dan dunia usaha dengan terus layani dan perbaiki sistem pembayaran pajak yang legal, itu mudah dan mengikuti aturan itu mudah, adalah tugas yang sangat penting," katanya.

"Saya mau Robert menekuni dan bangun sistem itu sehingga Indonesia dikenal sebagai negara yang mudah bayar pajak dan ini tidak jadi alasan apakah itu WP besar, menengah dan kecil untuk patuh di perpajakan," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini