nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kado Pensiun Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi: Google Lunasi Tunggakan Pajak

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 320 1823192 kado-pensiun-dirjen-pajak-ken-dwijugiasteadi-google-lunasi-tunggakan-pajak-yPJRiyAGk6.jpg Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Setelah bertahun-tahun menunggak pajak, perusahaan raksasa berbasis teknologi Google akhirnya melunasi kewajiban perpajakan kepada pemerintah Indonesia. Tunggakan yang dibayar oleh Bentuk Usaha Tetap (BUT) tersebut merupakan kewajiban perpajakan 2015.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan, Google telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan Undang-undang Perpajakan yang berlaku. Hal ini tentunya menjadi berita yang sangat menggembirakan bagi Ken, menjelang masa pensiunnya yang juga jatuh pada hari ini.

"Berita bagus di Bulan November, kebetulan saya lahir November, dan saya akan berakhir masa sebagai PNS pukul 24.00 WIB malam nanti. Tapi sebelum berakhir jadi PNS, nanti malam saya akan umumkan bahwa kinerja dari teman-teman kanwil khusus dan KPP Badora telah menyelesaikan tugas dengan baik, bahwa ada perusahaan inisalnya G telah melunasi pajaknya sesuai dengan peraturan UU perpajakan di Indonesia," ujarnya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Baca Juga: Google hingga Facebook Beroperasi di Indonesia, Begini Caranya jika Tidak Mau Buka Kantor!

Ken menuturkan, sistem perpajakan Indonesia yang menganut skema self assessment, di mana memberikan kesempatan bagi para Wajib Pajak (WP) melakukan perhitungan, membayar, serta menyetorkan pajak sendiri, sangat memudahkan Google khususnya, serta BUT sejenis lainnya untuk menunaikan kewajiban perpajakan.

"Baru 5 menit yang lalu mereka melakukan pembayaran, langsung dari AS ke Singapura baru sampai sini, daripadi tadi saya menunggu pembayarannya, karena pembayarannya lewat udara, Amerika jauh," kata dia.

Baca Juga: Berhasil Pungut Pajak Google, Bagaimana Nasib Facebook dan Twitter?

Mengenai teknis yang lain, Ken menjelaskan, jenis pajak yang dibayarkan Google adalah jenis pajak penghasilan (PPh) dan PPN. Ken mengimbau langkah Google ini dapat ditiru oleh perusahaan sejenis lainnya. Dengan demikian maka dapat mendorong penerimaan perpajakan di Indonesia. "Mengenai jumlahnya saya tidak bisa menyebutkan karena ada aturan kerahasiaan Pasal 34. Saya enggak bisa memberikan berapa," kata dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini