nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba PP Presisi Naik 234%, Nyaris Rp90 Miliar

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 14:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 01 278 1823651 laba-pp-presisi-naik-234-nyaris-rp90-miliar-o3KhbHVE9W.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengantongi laba sebesar Rp89 Miliar pada kuartal II 2017 atau naik 234% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27 miliar.

Direktur Utama PT PP Presisi Iswanto Amperawan mengatakan, kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang juga mencatatkan kenaikan pesat. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp930 miliar atau tumbuh sekitar 271% secara year-on-year dibandingkan pencapaian periode yang 2016 sebesar Rp251 Miliar.

“Kombinasi dari pekerjaan beberapa proyek infrastruktur nasional, perolehan kontrak baru, serta akuisisi 51% saham di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) berhasil mendorong pendapatan dan laba bersih Perseroan untuk tumbuh secara signifikan di periode 9 bulan di 2017”, ujar Iswanto dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (1/12/2017).

Iswanto, menjelaskan kontribusi terbesar pendapatan perseroan berasal dari civil work termasuk foundation work, sekitar 61%, disusul oleh sewa peralatan berat sekitar 16%, lalu ready mix sekitar 14%, sedangkan sisanya sekitar 9% disumbangkan oleh form work. Sebagai catatan, PPRE mulai masuk ke bisnis civil work sejak Kuartal II 2016.

Di samping itu, perseroan membukukan total perolehan kontrak baru sebesar Rp4,2 triliun secara konsolidasi dalam periode Januari-Oktober 2017. Kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak perseroan induk sebesar Rp2,2 triliun dan dari LMA sebesar Rp2,0 triliun.

Sementara itu, kontrak carry over yang dimiliki perseroan adalah sebesar Rp4,9 triliun, Dengan demikian, total order book sampai dengan Oktober 2017 adalah sebesar Rp9,1 triliun. "Kami menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp5,8 triliun pada tahun depan,” kata dia.

Per 30 September 2017, perseroan memiliki total aset sebesar Rp3,6 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp1,3 triliun. Di periode yang sama, total utang berbunga (interest-Bearing Debt) mencapai Rp1,4 triliun dengan Kas sebesar Rp310 Miliar, sehingga Net Gearing ratio berada pada 0,84x.

Pasca IPO, Proforma Total Aset per 30 September 2017 menjadi Rp4,6 triliun dengan Proforma Total Ekuitas menjadi Rp2,3 triliun. Proforma Kas menjadi Rp1,3 triliun sehingga Net Gearing membaik hingga menjadi 0,05x yang memberikan ruang leverage yang jauh lebih besar.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini