Share

Harga Tanah di Jakarta Makin Mahal, Sofyan Djalil: Tak Separah 2010

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 01 470 1823673 harga-tanah-di-jakarta-makin-mahal-sofyan-djalil-tak-separah-2010-bJJ0Bl2HRK.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Real Estate Indonesia (REI) mengungkapkan harga tanah di Indonesia terus mengalami kenaikan yang sangat fantastis setiap tahunya. Bahkan saat ini, kenaikan harga tanah mencapai 22% hingga 33%.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan meski mengalami kenaikan, harga tanah pada saat ini masih relatif lebih rendah jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Khususnya pada 2010.

"Saya pikir sekarang kenaikan harga tanah masih ada tapi tidak separah 2010 ke atas," ujarnya saat ditemui Okezone di Jakarta.

Menurut Sofyan, kenaikan harga tanah terjadi pada 2008-2010 lalu. Saat itu, ada krisis yang terjadi karena ekspor dan harga komoditas yang menurun tajam.

Baca juga: Harga Tanah "Meroket", Pengembang Usulkan Ada Zona Khusus Bangun Rumah di Pusat Kota

Padahal sebelumnya, sejak periode 1998, pemerintah Indonesia telah mengunci harga tanah agar tetapi stabil. "Harga tanah itu lama sekali kita terkunci dari mulai krisis 98 sampai tahun 2008-2009. Harga tanah begitu tertekan. Waktu boom komoditi 2009-2011 harga tanah melonjak luar biasa itu terjadi setelah tahun 2000," jelasnya.

Sebelumnya, REI mengatakan melambung tingginya harga tanah disebabkan karena ketidakjelasan Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memberikan perizinan. Sehingga, pembagian peruntukan tanah yang digunakan untuk komersil atau perumahan tidak jelas.

Baca Juga: Harga Tanah di Jakarta Naik hingga 33%, REI: Karena Ketidakjelasan Tata Ruang dan Izin

Dengan keadaan tersebut banyak yang berspekulasi dalam menjual harga tanah, karena sebagian besar beranggapan harga jual dari tanah tersebut harus naik dikarenakan dekat dengan infrastruktur.

Saat ini baru sekitar 5% kabupaten kota yang sudah memiliki RDTR. Sementara sisanya, kabupaten kota hanya mengandalkan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk penerbitan izin. REI pun optimis jika RDTR ini bisa diselesaikan dengan jelas, maka harga tanah akan relatif stabil. Karena, meskipun dibangun dengan infrastruktur, harga tanah sudah memiliki klasifikasi sendiri.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini