Share

RI-Australia Perkuat Kerjasama Ekonomi, Mulai dari Pariwisata hingga Pertambangan

ant, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 02 320 1824066 ri-australia-perkuat-kerjasama-ekonomi-mulai-dari-pariwisata-hingga-pertambangan-Q2Vv7VVKA2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia mempromosikan potensi investasi berbagai sektor ke pebisnis Australia dalam upaya mendongkrak arus investasi dari Negara Kangguru yang selama ini telah berjalan baik.

"Pertemuan bisnis bertajuk Indonesia Australia Business Summit (IABS) yang dihadiri oleh berbagai pelaku bisnis dan investor serta pejabat pemerintah Australia di Adelaide Convention Centre. Sedikitnya 300 orang hadir pada acara tahunan ini," demikian siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) Canberra yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/12/2017).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menghadiri pertemuan ini, juga Duta Besar RI untuk Australia Y. Kristiarto S. Legowo, pejabat tinggi di Negara Bagian Australia Selatan, antara lain Gubernur Hieu Van Le, Menteri Investasi, Perdagangan dan UKM Martin Hamilton Smith, dan Wali Kota Adelaide Martin Haese.

Baca Juga: Soal Perundingan Indonesia-Australia, Mendag: Hasilnya Harus Bermanfaat bagi Kedua Negara

Acara temu bisnis ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Wakil Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan delegasi dari Jawa Timur, yang secara khusus datang untuk mempromosikan potensi investasi daerah mereka masing-masing.

Dalam sambutan pembukaannya, Gubernur Australia Selatan Hieu Van Le, tak lupa menyampaikan apresiasi dan menyebut bahwa Indonesia dihormati di Negara Bagian Australia Selatan dimana Indonesia secara reguler menyelenggarakan festival Indonesia dan promosi budaya.

"Pada tingkat antarnegara, hubungan Indonesia Australia saat ini sudah kuat, namun perlu terus dikembangkan antar negara bagian. Sektor bisnis diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mengisi Indonesia Australia "Comprehensive Economic Partnership Agreement" (IACEPA) yang sebentar lagi akan disepakati", demikian ujar gubernur yang keturunan Vietnam ini.

 Baca Juga: Di Depan Pengusaha, Jokowi Sebut Peluang Bisnis Terbesar Ada di Daerah

Kepala BKPM Thomas Lembong secara khusus menekankan pentingnya kesepakatan IACEPA bagi penguatan kerjasama ekonomi IndonesiaAustralia.

"Penguatan kerja sama pada satu bidang akan diikuti oleh penguatan sektor lainnya. Penguatan kerja sama sektor maritim misalnya, akan diikuti oleh kerja sama digital yang akan memperkuat bisnis sektor maritim", katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dubes RI Y. Kristiarto S. Legowo menggarisbawahi arti penting kemitraan antara Indonesia dan Australia, dalam kerangka IACEPA yang telah memasuki tahap akhir dan siap dirampungkan akhir tahun ini.

"Potensi Indonesia sangat besar, dalam jangka waktu kurang dari tiga dekade, Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-delapan di dunia, dengan populasi angkatan kerja yang relatif besar dan kekuatan ekonomi yang akan disokong oleh sektor jasa", ujarnya.

Menurutnya, dengan berbagai kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi yang gencar dilakukan oleh Pemerintah, investor Australia seyogyanya semakin percaya diri menanamkan modalnya di berbagai sektor prioritas di Indonesia.

Sektor investasi yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari bidang kesehatan, pariwisata, pertanian, pertambangan dan sumber daya, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta energi terbarukan.

Di sela-sela acara utama, telah juga dilakukan penyerahan penghargaan "Prima Duta Awards" dari Presiden RI kepada dua pelaku usaha asal Australia, Kmart yang berlokasi di Melbourne dan Ozimex International berlokasi di Sydney.

Untuk menambah bobot IABS ini dilakukan pula pertemuan one-on-one antara pelaku usaha kedua negara dan pemerintah daerah Indonesia dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Ambon dengan VETEA (Vocational Education, Training and Employment Australia) yang difasilitasi oleh BKPM. Seluruh kerjasama itu bernilai potensi jutaan Dolar AS.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini